Kabupaten PPU Dalam Menunjang Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
BALIKPAPAN (NK) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam menghadir sebagai Narasumber dalam rangka pelaksanaan acara Ekspose Potensi Kabupaten Penajam Paser Utara yang diselenggarakan di Ball Room Hotel Gran Senyiur Balikpapan. Sabtu, (02/07/2022).
Hamdam dalam sambutannya menyampaikan bahwa Penajam Paser Utara ini tidak akan menjadi IKN tetapi tetap menjadi bagian Kalimantan Timur. Yang menjadi IKN itu hanya salah satu Kecamatan di Kabupaten PPU. Sehingga pemerintah Kab. PPU harus berjuang keras bagaimana melakukan inovasi upaya – upaya kebijakan untuk mendapatkan afirmasi dari pemerintah pusat agar Penajam Paser Utara tidak tertinggal.
“Setelah ditetapkannya IKN membuat Kabupaten PPU menjadi magnet karena secara geografis Kab. PPU memiliki garis pantai yang sangat panjang sekitar 173 Km sehingga PPU mempunyai potensi sebagai budidaya tambak ikan.” ucap Hamdam.
Curah hujan di PPU juga sangat tinggi sehingga potensi budidaya ikan air tawar memberikan peluang besar untuk pemenuhan kebutuhan pangan di IKN.
“Dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sangat terbuka sekali. Selain itu juga di sektor transportasi seperti pelabuhan mungkin masih kurang terstruktur seperti di kota Balikpapan, tetapi kedepannya akan dikembangkan lagi sehingga untuk sektor pelabuhan sangat terbuka sekali.” ujarnya.
Hamdam juga menetapkan kawasan industri Buluminung kurang lebih sekitar 1000 hektar. PPU juga mempersiapkan untuk para industri / investor melakukan tindakan agar terjamin semua pemikiran investor akan diperlukan. Sehingga perlu diberikan insentif untuk mempermudah atau memudahkan para investor untuk berinvestasi di Kab. PPU.
“Dengan bertambahnya penduduk, tentu saja sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat diperlukan. Hal lain seperti cakupan air bersih Kab. PPU masih sangat kurang. Cakupan air bersih di Kab. PPU saja baru 285 dari jumlah penduduk.” pungkasnya.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Pemberdayaan Wiraswasta Indonesia (LPWI, menggelar acara Ekspose Potensi Kabupaten Penajam Paser Utara dalam Menunjang Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Narasumber yang diundang pada talkshow ini merupakan Plt. Bupati Kab. PPU, Direktur Utama Bank Kaltimtara, Walikota Balikpapan, Rektor Unmul dan Tim Ahli Transisi IKN dan juga para peserta dari kalangan pengusaha Lokal dan Nasional.
Ketua Umum DPP-LPWI membuka acara talkshow ini dengan kata sambutan dan laporan dari ketua panitia pelaksana talkshow tersebut.
“Kabupaten Penajam Paser Utara ini letaknya sangat strategis yang menghubungkan antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara dan juga yang paling sejak diundangkannya UU tentang IKN tahun 2022. Kabupaten PPU ini menjadi kabupaten yang sangat seksi, diluar kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara yang memang menjadi penunjang IKN” Kata Andi.
Alasan Andi menyebut kabupaten Penajam Paser Utara sangat seksi karena dari sisi politik, ekonomi, sosial dan budaya potensi kabupaten Penajam Paser Utara sangat bisa dikembangkan.
Direktur Utama Bank Kaltimtara atau mewakili Siti Aisyah menyatakan, sangat mendukung dengan program pembangunan di kawasan IKN. Paling tidak masyarakat dan pengusaha dapat mengetahui perkembangan ataupun jalannya program tersebut.
“Bank Kaltimtara memiliki peran penting bagi IKN sebagai agen pembangunan dimana selain menyediakan dana dan produk layanan jasa supaya bank kaltimtara dapat berfungsi secara optimal” ujar Siti Aisyah.
Siti juga menyampaikan, Bank Kaltimtara menyediakan beberapa produk sehingga dapat mendukung para pengusaha lokal dan nasional. (Humas/Advertorial/NK2)

