Kerap Ngamuk,  Empat Orgil PPU Dipasung

Ilustrasi

Jumlah Pasien Sakit Jiwa di PPU Terdeteksi 155 Orang

PENAJAM (NK) – Sebanyak empat orang gila (Orgil) yang terdeteksi mengindap penyakit gangguan jiwa di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, terpaksa harus dipasung oleh keluarganya sendiri, karena empat orang tersebut kerap mengamuk saat penyakitnya kambuh.

Pemegang Program Bidang Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PPTM) dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PPU, Nur Annisa kepada newskaltim.com mengatakan, tindakan pemasungan itu dilakukan karena pasien gangguan jiwa itu kerap mengamuk ketika penyakitnya muncul atau kambuh.

Mereka terpaksa dipasung oleh keluarga agar tidak mengamuk dan menganggu orang lain ketika penyakitnya kambuh, namun mereka tetap dalam pengawasan serta menjalani visit serta pengobatan dari petugas pemegang program PPTM dan Kesehatan Jiwa dari Puskesmas terdekatnya,”ujar Nur Annisa.

Dibeberkannya, empat pasien sakit jiwa yang dipasung tersebut berada di Kelurahan Penajam serta di Keluarahan Petung Kecamatan Penajam tiga orang dan satu orang Kelurahan Waru, Kecamatan Waru.

Ia menambahkan, berdasarkan data pihaknya jumlah pasien gangguan jiwa atau kesehatan jiwa di wilayah PPU hingga Mei 2018 berjumlah 155 orang dengan perincian kasus lama 153 pasien dan kasus baru atau temuan baru sebanyak dua pasien, sehingga total mencapai 155 pasien. Para pasien berdomisili di 11 wilayah se PPU dan terbanyak berada di Kecamatan Penajam dengan jumlah 74  pasien.

“Dari 155 pasein terdapat enam orang pasien sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Atma Husada Samarinda sejumlah enam orang. Kemudian pasien yang berkunjung ke puskesmas untuk berobat sejumlah 65 orang, menjalani home visit atau dikunjugi petugas puskesmas sebanyak 35 pasien, lalu   pasien tidak berkunjung ke puskesmas dan tidak home visit sebanyak 55 orang,”bebernya.

Untuk diketahui, lanjutnya, khususnya untuk penanganan pasien dengan kasus ini, Dinkes PPU telah memiliki petugas pemegang program PPTM dan Kesehatan Jiwa dimana satu Puskesmas satu orang petugas didampingin oleh dokternya.

“Kami akui terkadang, petugas di lapangan terkendala dengan ketersedian obat yakni  Risperindo Injeksi yang berasal dari bantuan Provinsi Kaltim khususnya pada pertengahan dan akhir tahun, meskipun dapat diganti obat lain berdasar resep dokter,”pungkasnya.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.