Kisah Sabir Nasdem, Jadi Anggota Dewan Tanpa Money Politik

Newskaltim, Kukar – Sabir selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara menyampaikan bahwa segala bentuk perjuangan meraih suara bukan semata dengan uang.

“Berbicara tentang politikus dan seorang legislator mungkin memang bukan rahasia umum, bahwa semua itu harus punya amunisi,” ujarnya.

Saat ditemui awak media di kediamannya Kecamatan Muara Jawa, Tanggul Kelurahan Muara Jawa Pesisir, pada (27/3/2022) sore, dirinya mengatakan bahwa guna membangun kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2019 lalu, pihaknya berupaya bergotong-royong tanpa pamrih untuk membangun konsep serta menyerap aspirasi masyarakat.

Menurutnya, segala janji semata saja tidak cukup dalam meraih suara, melainkan adanya bukti yang harus di realisasikan.

” Kami ini berupaya untuk bergotong royong dan bekerja dengan ikhlas, untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kita harus memberikan contoh yang baik, dengan cara memberikan bukti,” ucapnya.

Anggota Dewan dari Fraksi Nasdem ini menyebutkan adanya upaya yang telah ia realisasikan selama menjabat, diantaranya meningkatkan ekonomi usaha kecil rakyat seperti pembuatan pengrajin kuliner Amplang di jalan tanggul, kemudian mengembangkan usaha tani dan nelayan.

Kemudian, pria yang pernah menjabat sebagai ketua Persatuan Nelayan tersebut menceritakan bahwa sebelum mencalonkan sebagai anggota dewan, ia pernah memperjuangkan hak warganya.

Walaupun mata pencaharian warga dalam sektor perikanan di daerah tersebut sangatlah tinggi, Muara Jawa Pesisir pernah mengalami penurunan akibat adanya limbah yang mencemari perairan tersebut.

” Pada saat itu, Kami membuat kajian mengapa pendapatan nelayan bisa menurun, kemudian kita berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang mempunyai akses lokasi usaha di lautan seperti batu bara dan lainya untuk menyuarakan aspirasi masa, supaya mengatasi penceraman,” bebernya.

Lanjutnya, jangan sampai mereka tersenyum dan masyarakat kami yang menangis, dalam arti kita bersama-sama agar jangan sampai ada pihak yang dirugikan, sehingga pada waktu itu kita sama-sama turun aksi kemudian kita mendapat Respon dari perusahaan perusahaan yang ada sampai mereka memberikan bantuan berupa alat tangkap, memberi bantuan pengadaan mesin, memberi bantuan semacam adanya pelatihan-pelatihan.

” Nah, artinya kalau misalkan awalnya kita membiarkan ini perusahaan-perusahaan ini bisa semena-mena saja dengan mengelola sumber daya alam tanpa memperdulikan masyarakat sekitar,” terangnya

Oleh sebab itu, dirinya berupaya untuk memperjuangkan hak tersebut, agar pihak perusahaan dapat memberikan solusi.

” Tapi Alhamdulillah, saat itu ada solusi dari beberapa perusahaan yang mempunyai kesadaran hingga memberikan sumbangsih dan tindakan, dan ini pun menjadi program kami,” pungkasnya. (Bah/NK2)