Konsep Pengolahan TPA Tlekung Kota Batu Akan di Pamerkan di Konferensi Perubahan Iklim Dubai 2023

BATU (NK) – Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSLB3 KLHK), Rosa Vivien Ratnawati menegaskan keberhasilan Kota Batu dalam mengelolah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung akan dipamerkan dalam konferensi Perubahan Iklim di Negara Dubai, November 2023 bahwa Indonesia mempunyai konsep menurunkan emisi gas rumah kaca melalui TPA.

Pernyataan Dirjen disampaikan ketika meresmikan Zero Waste Education Park, Eduwisata Pengelolaan Sampah, TPA Tlekung Batu, Rabu (30/11).

“TPA Tlekung sudah terkelola dengan baik, sebagian besar sampah terkurangi dijadikan Eco Enzym, Magot dan yang plastik juga dikelolah. Saat ini hanya 5% sampah yang terbuang ke TPA. Ini berarti kota Batu sangat membantu memberikan kontribusinya Indonesia bersih 2025 dan kota Batu layak menjadi contoh kota lain di Indonesia dalam pengelolaan sampah,” tegas Dirjen Rosa.

Disebutkan, saat ini TPA di Indonesia yang menggunakan control landfill 60% dan open dumping 40%. “Kalau TPA dikelolah dengan open dumping menghasilkan gas metan (CH4) yang menyumbang emisi gas rumah kaca, sementara dengan pola last landfill maka emisi gas rumah kacanya tidak akan timbul dan bisa di hitung,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Dirjen Rosa bertekad mendorong ibu walikota Batu untuk terus bekerja tentang hal itu dan nanti bulan November 2023 beliau akan saya ajak ke Dubai untuk mengikuti konferensi Perubahan Iklim guna memamerkan kepada dunia bahwa Indonesia mempunyai konsep menurunkan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan TPA.

Wali Kota Batu menyebutkan pengelohan sampah di TPA Tlekung seharinya mampu menampung 120 Ton, dalam menangani sampah kota Batu sampai 86% melebihi dari target Nasional 70%.

“TPA Tlekung setiap hari mengelola 120 ton sampah dari seluruh Kota Batu. Dengan prasarana dan sarana yang ada, penanganan sampah Kota Batu sudah sampai 86% dari 70% target nasional,” ungkap Dewanti.

Dewanti menambahkan, TPA Tlekung telah bekerjasama dengan PT. Arta Asia Putra pada 2021 dalam usaha penanganan sampah dan menggunakan mesin pyrolisis buatan anak negeri.

“Dengan kerjasama tersebut diharapkan kolaborasi saling menguntungkan, sehingga tidak hanya menangani sampah namun juga menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” ujar Dewanti.

Dengan dibangunnya Zero Waste Education Park, TPA Tlekung tidak hanya sebagai tempat penanganan sampah saja. Namun juga tempat edukasi bagi masyarakat yang bisa memberi pemahaman terhadap pengelolaan sampah dan mendorong untuk bertanggung jawab pada sampah yang dihasilkan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Aries Setiawan mengungkapkan konsep Zero Waste Education Park merupakan wahana wisata pengelolaan sampah di TPA Tlekung Kota Batu yang mempunyai luas 5,8 Ha dan yang aktif dimanfaatkan hanya 1,5 ha. Disana ada 9 wahana eduwisata yang menjadi lokasi eduwisata.

Wahana tersebut meliputi Eduwisata Energi Sampah terbarukan, Eduwisata Magot, Eduwisata Komposting, Eduwisata Mesin Pirolysis, dan Eduwisata Taman edukasi. Juga ada Eduwisata Pengelolaan Air Lindi, Eduwisata Sel Sampah, Eduwisata Digitalisasi Sampah, dan Eduwisata Hutan Pinus.

“Pengelolaan wisata akan diserahkan ke desa Tlekung, sudah ada pembicaraan dengan desa. Sehingga dengan adanya TPA desa juga menikmati hasilnya,” pungkas Aries Setiawan.

Zero waste merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir sampah mulai dari produksi sampah berakhirnya suatu produksi. Konsep zero waste dapat menerapkan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuce, Recycle.(Buang Supeno/NK)