Merasa Dicurangi, Massa Paslon Anarkis Serang KPU PPU

Massa Pendemo anarkis serang pasukan anti huru hara Dalmas Polres PPU, sebagaimana skenario Sispamkota yang dilaksanakan Polres PPU dalam rangka persiapan PAM Pilkada tahun 2018

Pasukan Dalmas Polres Pukul Mundur Pendemo

PENAJAM (NK) – Ratusan massa pendukung salah satu Pasangan calon (Paslon) bupati – wabup peserta Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (24/1/2018), melakukan aksi unjuk rasa anarkis menyerang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU akibat memprotes penetapan rekapitulasi hasil pencoblosan yang ditetapkan dalam rapat pleno KPU.

Awalnya rapat pleno yang dipimpinan oleh Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi, dihadiri seluruh anggota KPU, PPK, PPS, Ketua Panwaslu, Daud Yusuf serta perwakilan tim sukses (timses) tiga Paslon berjalan lancar, namun diakhir penetapan salah satu pendukung melakukan protes karena jumlah perolehan suara dari TPS jumlahnya lebih sedikit setelah ditetapkan oleh KPU.

Kami tidak terima dengan hasil rekapitulasi ini dan kami akan kerahkan massa untuk menuntut untuk dilakukan penghitungan ulang dan kalau perlu dilakukan pencoblosan ulang semua TPS se PPU,”teriak seorang pendukung yang melakukan protes dan meninggalkan pergi ruang tanpa tidak menggubris penjelasan ketua KPU dan Ketua Panwaslu.

Sementara massa pendukung yang sudah berada di sekitar kantor KPU tempat rapat pleno berupaya masuk ke halaman gedung tempat kegiatan, namun berhasil dihalang halangi oleh sejumlah anggota Dalmas awal Polres PPU yang ketika itu juga melakukan negoisasi dengan para pengujuk rasa.

Meskipun telah dinegoisasi, massa tetap ngotot dan berupaya masuk ke kantor KPU, aksi dorong pun tidak terelakan bahkan ada pengunjuk rasa yang berupaya melepar petugas dengan batu beruntung tidak satupun petugas yang cidera.

Karena kondisif terus memanas dan tidak kondusif eksalasi, kemudian Polres PPU menurunkan pasukan anti huru hara dari Dalmas Polres. Tak ayal aksi massa makin beringas dan anarkis dengan menendang dan melempari personel tersebut, hingga ditembakan gas air mata dan water canon, namun akhirnya massa pengunjuk berhasil dipukul mundur dan Polisi berhasil mengambil alih situasi.

Demikian simulasi sistem pengamanan kota (Sispam Kota) yang digelar Polres PPU dalam rangka pengamanan Pilkada Gubernur Kaltim dan Pilkada Bupati 2018 yang melibatkan personel Polres, Kodim 0913/PPU, Satpol PP, KPU, Panwaslu, PPK dan PPS. Kegiatan yang dipimpin Waka Polres PPU, Kompol Nina Ike,  melibatkan, Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi, Ketua Panwaslu, Daud Yusuf tersebut digelar di halaman Mapolres PPU.

Sebelum Sispamkota digelar, Waka Polres dalam arahannya mengatakan, dengan masuknya tahapan Pilkada Gubernur dan Bupati ini maka perlu dilakukan sejumlah persiapan – persiapan dalam pelaksanaan pengamanan Pilkada tersebut dan butuh keseriusan seluruh personel yang terlibat.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak saja diikuti oleh personel Polres PPU saja tetapi juga melibatkan personel TNI – AD serta unsur Pemkab PPU agar masyarakat tetap merasa aman, nyaman dan kondisifitas PPU tetap terjaga dalam pelaksanaan Pilkada nanti.

“Kita perlihatkan kepada masyarakat kekuatan kita gabungan dimana merupakan  sinergitas TNI,  Polri dan institusi lainnya untuk membuat rasa nyaman, aman kepada masyarakat serta menjaga kondusifitas khususnya di PPU ini,”tegas Nina.

Ia berharap, semoga dalam pengamanan Pilkada ini dapat berjalan dengan lancar dan aman hingga selesainya seluruh tahapan Pilkada nanti.

Untuk diketahui, dalam Sispamkota ini dilakukan sebanyak lima adegan, berupa cipta kondisi, pengaman masa kampanye, masa tenang, pendistribusian logistif Pilkada dari KPU hingga ke TPS begitu pula sebaliknya serta pengamanan pencoblosan dan penghitungan suara di TPS dan terakhit adegan tahap penetapan Paslon yang dinyatakan sebagai pasangan terpilih.(ervan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.