MU Menggila di Qatar

Catatan Rizal Effendi

PESTA Piala Dunia 2022 di Qatar memasuki babak penting. Pertandingan fase grup hampir selesai. Sebentar lagi pertempuran seru bakal terjadi di babak gugur 16 besar. Siapa kalah ya langsung angkat koper atau bisa santai di negeri kaya minyak itu, sedang yang menang lanjut ke babak 8 besar.

Saya serasa berada di Inggris. Ikut bergabung dengan pendukung beratnya, yang tengah merayakan keberhasilan tim Inggris menjadi juara grup B setelah menghajar Iran 6-2, draw dengan Amerika Serikat dan memukul telak Wales 3-0.

Sejak awal saya memang mendukung Inggris. Alasan saya karena Inggris seperti wakil Manchester United (MU) di Piala Dunia. Meski di tim berjuluk The Three Lions itu, hanya ada tiga pemain MU. Toh ternyata ketiganya benar-bernar mampu menjadi pemain kunci, yang ikut berkontribusi besar atas keberhasilan Inggris.
Ketiga pemain MU itu adalah Harry Maguire yang berdiri tinggi sebagai palang pintu.

Belakangan permainannya di MU dinilai agak menurun, sehingga beberapa kali duduk di bangku cadangan. Tapi pelatih Inggris Gareth Southgate tetap memilihnya. Dan ternyata Maguire membuktikan dia tetap andal dipasang di barisan belakang untuk menghalau serangan lawan.

Lalu ada Luke Shaw yang sangat efektif menghubungkan pemain belakang dengan barisan penyerang serta jago melempar bola mati dan tendangan sudut. Dan satunya lagi Marcus Rashford, yang sekarang menjadi “panglima perang” di barisan depan.

Dengan tiga golnya, Rashford berada di jajaran top skor Piala Dunia 2022 bersama Enner Valencia (Ekuador), Kylian Mbappe (Prancis) dan Cody Gakpo (Belanda). Rashford hampir membuat hattrick ketika Inggris menghajar Wales. Tapi golnya kedua di gawang Wales tetap dinilai bersejarah karena itu adalah gol ke-100 Inggris di putaran final Piala Dunia.

Sayang pelatih Inggris tidak memasukkan penyerang MU, Jadon Sancho dalam skuadnya. Padahal pemain MU yang satu ini belakangan juga makin ganas bermain di jantung lawan.
Selain ketiga orang itu, ada lagi pemain MU yang juga menggila di Piala Dunia 2022. Dia adalah Bruno Fernandes yang bermain di Timnas Portugal. Dia menjadi pahlawan ketika Portugal mengalahkan Uruguay 2-0. Kedua gol itu lahir dari kakinya semua. Meski salah satunya sempat diklaim dari kepala Cristiano Ronaldo ketika mendapat asis dari Bruno. Namun FIFA memutuskan itu adalah gol Bruno karena bola tak menyentuh kepala Ronaldo.

Tapi ada juga yang bilang bola sebenarnya sempat menyentuh rambut Ronaldo. Karena itu gol yang terjadi disebut gol rambut Tuhan atau “hair of God.” Mengingatkan orang dengan gol tangan Tuhan yang dilakukan Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Bola Adidas yang disentuh tangan Maradona itu laku dilelang di Rumah Lelang Graham Budd Inggris sebesar 3 juta pounds atau sekitar Rp 54 miliar.

Sayang Ronaldo sendiri menjadikan momen Piala Dunia untuk meninggalkan MU. Dia melontarkan kecaman sangat pedas kepada jajaran Setan Merah, sehingga berakhir dengan pemutusan kontrak. Dia sangat tak suka dengan pelatih MU, Erik ten Hag, yang suka membangkucadangkan dia. Tapi Ronaldo tetap menjadi bintang di Portugal dan mengoleksi satu gol ketika tim berjuluk “Selecao das Quinas” ini mengalahkan Ghana 3-2.

Negara Islam Qatar sepertinya mengilhami Ronaldo untuk bermain di padang pasir. Kabarnya hampir pasti dia akan bergabung dengan klub Al Nassr, Arab Saudi. Kontraknya boleh dibilang paling besar di dunia, sebesar 173 juta pounds atau sekitar Rp3,2 triliun per tahun. Itu lebih tinggi sedikit atau hampir sama dengan APBD Balikpapan.

“Saya akan senang jika Ronaldo main di liga Saudi. Pemerintah Arab Saudi sangat mendukung. Pasti akan menginspirasi anak-anak muda di masa depan. Ia panutan bagi banyak anak dan memiliki basis penggemar yang besar,” kata Menteri Olahraga Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Turki Al-Faisal.

Satu lagi pemain MU yang moncer di Piala Dunia 2022. Dia adalah gelandang hebat Casemiro. Dia menjadi pengatur serangan di skuad Canarinha, Brasil. Lewat kakinya yang cerdik, dia membagi bola sekaligus ikut melakukan penyerangan.
Eks pemain Real Madrid ini bahkan mencetak gol tunggal ketika Brasil mengalahkan Swiss, sekaligus memastikan Tim Samba lolos ke 16 besar Piala Dunia 2022. Karena itu dia menjadi pahlawan sekaligus pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Saya agak heran Timnas Spanyol tidak memboyong penjaga gawang MU, David De Gea ke Piala Dunia 2022. Padahal ketangguhannya di bawah mistar gawang sangat luar biasa. Dia banyak menyelamatkan gawang MU berkat permainannya yang brilian dan apik.
“De Gea tak sesuai dengan karakter yang kami butuhkan, yakni bisa memulai permainan dan dominan dalam duel udara,” begitu alasan pelatih Spanyol, Luis Enrique.

Tapi ada alasan lain disampaikan Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Luis Rubiales kepada Talksport. “Kami mengira David De Gea sudah pensiun dari timnas sebelum Luis Enrique mengumumkan skuadnya di Piala Dunia 2022,” ujarnya seperti dikutip KOMPAS.com.

WAJIB HUKUMNYA

Di babak 16 besar, Inggris bertemu Senegal, yang berhasil menjadi runner up di grup A di bawah Belanda. Inggris tak bisa main-main dengan tim berjuluk “Lions of Teranga” ini. Senegal adalah juara Piala Afrika 2021 dan tetap berjaya meski bintang utamanya Sadio Mane, yang sekarang memperkuat klub Bayern Muenchen tak bisa bermain karena cedera.

Bagi Inggris, ini adalah kali ke-11 lolos ke fase knockout. Namun perjalanan Inggris dilalui mulus sampai ke tangga juara hanya pernah satu kali saja, yakni pada tahun 1966 atau 56 tahun yang silam.

Sementara bagi Senegal, mereka maju ke babak 16 besar sebagai pengulangan sejarah 20 tahun lalu sebagai wakil Afrika. Itu terakhir kali terjadi pada Piala Dunia 2002, di mana Senegal membuat kejutan dengan menyikat Prancis 1-0 pada pertandingan perdananya.

Legenda MU, Gary Neville memperingatkan pelatih Gareth Southgate agar Rashford menjadi starter utama ketika Inggris berhadapan dengan Senegal di Stadion Al Bayt, Senin (5/12) dinihari, pukul 03.00 Wita.

“Wajib hukumnya pasang Rashford sejak awal, saya sangat terkesan dengan performanya ketika melawan Wales, meski awalnya sempat mencemaskan,” kata Neville, yang pernah menjadi kapten MU selama 5 tahun.

Inggris belum pernah berhadapan dengan Senegal baik di ajang Piala Dunia, di turnamen lain atau di pertandingan persahabatan. Tapi Evening Standard memprediksi laga Inggris vs Senegal akan dimenangkan oleh anak asuhan Gareth Southgate dengan skor 2-0.

Selain para pemain Inggris yang harus menyiapkan diri menghadapi laga yang sangat krusial itu, saya juga harus mempersiapkan diri agar bisa menonton dengan semangat. Rencananya, saya akan makan telur ayam kampung setengah matang 3 biji plus madu arab untuk tetap fit dan tidak mengantuk.

Saya juga jadi teringat iklan teh botol. Apa pun makanannya, yang penting minumnya Teh Botol Sosro. Jadi siapapun yang nanti menjuarai Piala Dunia 2022, yang penting ada pemain MU-nya. He ..he, namanya juga penggemar berat The Red Devils.(*)