PPU Perlu Diperhatikan Seiring Pembangunan IKN

PENAJAM (NK) – Pemerintah pusat diharapkan tidak hanya fokus membangun kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) saja. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Wakidi.

Hingga kini pemerintah pusat dinilai hanya membahas pembangunan di wilayah IKN saja. Sementara pemilik secara administratif sebagian wilayah itu, yakni PPU, seolah sama sekali tak masuk dalam pembahasan.

“Pembangunan IKN jangan sampai hanya di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara saja, yakni di Kecamatan Sepaku saja. Daerah penyangga di sekitar wilayah Sepaku diperhatikan untuk mengimbangi pembangunan kawasan inti IKN,” jelasnya, Rabu, (13/7/2022).

Ia mengatakan, Kecamatan Penajam merupakan pusat pemerintahan PPU. Wilayah itu sebutnya, belum memiliki banyak fasilitas kesehatan dan pendidikan. Untuk diketahui, PPU hanya memiliki satu rumah sakit tipe C. Di mana, fasilitas kesehatan tersebut belum mampu melayani banyak masyarakat.

“Apalagi diprediksi pada 2024 pendatang akan masuk wilayah IKN secara besar-besaran dan fasilitas juga harus memadai,” ucapnya.

PPU juga tidak memiliki fasilitas pendidikan lanjutan. Seperti perguruan tinggi atau universitas. Baginya, sebagai daerah penyangga utama IKN, keberadaan fasilitas pendidikan tersebut menjadi faktor yang penting.

Ia mengatakan, keberadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai itu, sangat perlu menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu menurutnya, seiring dengan pemindahan IKN.

Tidak mungkin semua pendatang akan tinggal di wilayah Sepaku. Karena, pasti ada yang tinggal di daerah sekitarnya,” pungkasnya. (*/Advertorial/NK)