Proyek Rumah Susun ITK dari Kementerian PUPR, Faisal Minta Panitia Objektif dalam Proses Lelang

Faisal Bandu


KALTIM(NK) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) awal 2018 tengah melakukan beberapa pelelangan proyek. Salah satunya paket proyek Pembangunan Rumah Susun Institute Teknologi Kalimantan (ITK). Proyek tersebut menggunakan anggaran APBN tahun anggaran 2018 dengan nilai Pagu Paket sebesar Rp. 9.847.000.000,- dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket sebesar Rp. 9.846.500.000,-.

Sejak dimulainya pendaftaran pada 11 Februari 2018, saat ini proyek Pembangunan Rumah Susun Institute Teknologi Kalimantan itu sedang memasuki tahap Evaluasi Penawaran, Evaluasi Dokumen Kualifikasi dan Pembuktian Kualifikasi. Diketahui, ada dua perusahaan penyedia yang berpotensi memenangkan lelang proyek tersebut, yakni PT. Bumalindo Prima Abadi dan PT. Putra Angga Pratama dengan nilai penawaran yang berbeda.

Berdasarkan daftar informasi lelang dan status penawaran LPSE Kementerian PUPR, PT. Bumalindo Prima Abadi memiliki harga penawaran Rp. 8.879.912.000,- dan harga terkoreksi Rp. 8.893.767.000,-. Sedangkan PT. Putra Angga Pratama memiliki harga penawaran Rp. 9.606.181.000 dan harga terkoreksi Rp. 9.652.418.000,-.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengurus LSM Pemerhati Pembangunan Kalimantan Timur, Faisal Bandu mengatakan, dalam proses lelang proyek tersebut, dirinya meminta agar panitia lelang dapat lebih objektif menilai dan memenangkan perusahaan penyedia dengan melihat nilai penawaran yang ditawarkan.

Menurutnya, selain panitia, proses pelelangan proyek ini perlu dapat pengawalan dari masyarakat agar dapat menjadi pertimbangan guna mengontrol efisiensi anggaran proyek yang dilaksanakan pemerintah kepada para kontraktor penyedia. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia dapat, kedua perusahaan tersebut sudah sama-sama telah melengkapi berkas. Selain itu menurutnya, PT. Bumalindo Prima Abadi menurunkan penawarannya sebesar Rp. 952.233.000,- dari Nilai HPS Paket, sedangkan PT. Putra Angga Pratama hanya menurunkan sebesar Rp. 194.082.000,- dari Nilai HPS Paket proyek.

“Dari nilai yang ada, saya rasa panitia dan masyarakat pasti bisa menilai perusahaan mana yang lebih layak memenangkan tender Proyek Pembangunan Rumah Susun Institute Teknologi Kalimantan itu,”jelasnya.(arz/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.