60 Warga PPU Derita Penyakit Stunting

Asisten I Setkab PPU, Suhardi, pada kegiatan Advokasi Kebijakan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Desa Siaga Dalam Rangka Germas Serta Percepatan Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten PPU  Tahun 2018 mengatakan, sebanyak 60 anak di PPU menderita penyakit stunting

Penderita Terbanyak Di Kecamatan Babulu

PENAJAM (NK) – Sedikitnya 60 orang anak di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di 10 desa/kelurahan menderita penyakit stunting atau gangguan pertumbuhan yang ditandai kondisi tubuh pendek. Hal ini dibeberkan, Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab PPU, Suhardi saat dilaksanakan kegiatan Advokasi Kebijakan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Desa Siaga Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Serta Percepatan Intervensi Penurunan Stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2018, Selasa (27/02/2018).

Dinas Kesehatan  (Dinkes) Kabupaten PPU sampai hari ini telah menemukan sedikitnya 60 orang anak yang stunting. Penderita terbanyak adalah di Kecamatan Babulu. Pemerintah melalui Dinkes telah berusaha melakukan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting yang terintegrasi dengan Germas. Penanganan stunting membutuhkan sinergi semua pihak, khususnya keluarga,”ujarnya.

Kabupaten PPU, lanjutnya, merupakan salah satu dari 100 kabupaten/ kota yang menjadi lokasi khusus (Lokus) penanganan stunting nasional. Dimana ada 10 desa yang merupakan lokus penanganan angka stunting yaitu, desa Api-Api, desa Babulu Laut, desa Gunung Makmur, desa Sri Raharja, desa Sumber Sari, desa Labangka Barat, desa Tengin Baru, Sukaraja, Karang Jinawi dan desa Binuang.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Propinsi Kaltim, H Sa’bani, saat membuka kegiatan mengatakan, pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas adalah salah satu prioritas pempro Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini.

“SDM berkualitas dapat dicapai apabila orang tersebut sehat. Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah menumbuhkan kesdaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih”, tukasnya.

Ia mengungkapkan, dirinya nama Pemprov Kaltim menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat menjadi sinergi antara Pemprov dan Pemerintah Daerah serta didukung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga bisa menghilangkan stunting kekurangan gizi di Kaltim.

Kepala Dinkes Kaltim, dr Hj. Rini Retno Sukesi, M.Kes dalam laporannya mengungkapkan, Kabupaten PPU adalah lokus dalam usaha promotif dan preventif terkait intervensi penurunan stunting di Kaltim.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan komitmen melalui program Germas dari seluruh lintas pemda dan lintas sektor terkait yang ada di lingkungan pemprov dan kabupaten. Harapannya ada rencana aksi germas di Kabupaten PPU,” ungkapnya.

Kabupaten PPU, lanjutnya, sebenarnya telah menunjukkan dukungannya terhadap program GERMAS melalui penerbitan Peraturan daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok yang terus digalakkan untuk penegakannya. Selain itu, disetiap Puskesmas di PPU telah memiliki tim untuk Pos Bimbingan Terpadu (POSBINDU) yang melakukan cek kesehatan berkala guna deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.

“Advokasi yang dilaksanakan pada hari ini adalah salah satu bentuk usaha pemerintah untuk mengimplementasikan kegiatan Forum Germas Provinsi Kaltim yang telah dilaksanakan sejak 20 Februari kemarin. Melalui kegiatan ini juga diharapkan seluruh OPD, masyarakat, tokoh agama, dunia usaha serta akademisi yang hadir pada hari ini menerapkan Germas melalui Prilaku Hidup Bersih Sehat ditatanan masing-masing,”pungkasnya.(Humas09/Sisma/ervan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.