Akses Trans Kaltim Kubar – Kalteng Rusak Parah

Tampak ruas poros aspal dari Simpang Kalteng di Kecamatan Muara Lawa menuju Kecamatan Bentian Besar saat ini rusak parah

Masyarakat Sejumlah Kampung Perbatasan Kubar-Kalteng Terisolasi

SENDAWAR (NK) – Mungkin tak banyak yang tahu, betapa derita masyarakat disejumlah kampung di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Diantaranya Kampung Tendik, Tukuq, Randa Empas, dan Jelmuq Sibak.

Warga sejumlah kampung yang berada diperbatasan dua provinsi itu hingga saat ini belum pernah menikmati listrik PLN, air bersih, bahkan pelayanan kesehatan pun terindikasi nyaris tak memadai.

Dalam pantauan langsung newskaltim.com, diketahui berdasarkan informasi warga, penyebab terisolasinya sejumlah kampung tersebut, karena kerusakan parah jalan poros Trans Kalimantan dari Simpang Kalteng di Kecamatan Muara Lawa Kubar hingga ke kawasan Kecamatan Lampeyong, Kalteng yang hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.

Kalau listrik PLN, seumur hidup belum pernah kami rasakan, apalagi air bersih. Saat ada warga kami yang menderita sakit parah, kami pasrah, karena untuk menuju Ibukota Kecamatan Muara Lawa sangat jauh, dengan kondisi rusak parah Jalan Trans Kalimantan saat ini,” jelas Suardi (45) salah seorang warga Kampung Tukuq kepada newskaltim, Minggu (26/11/2018).

Begitu pula dipaparkan Mulyadi (47) warga Kecamatan Bentian Besar lainnya. Dia mengisahkan pilunya dikala warga beberapa kampung diperbatasan dua provinsi itu saat ada yang sakit atau akan melahirkan. Untuk menuju Pusksesmas di Ibukota Bentian Besar, Dilang Puti, memakan waktu yang sangat lama.

“Kondisi akses Trans Kaltim di Bentian Besar saat ini sudah tak layak dilintasi warga. Kami berharap pemerintah tanggap dengan kondisi itu. Kami sangat mengharapkan Pemkab Kubar, Pemprov Kaltim, bahkan pemerintah pusat agar kedepan bisa membangun rumah sakit pratama di Kecamatan Bentian Besar,” harapnya.

Sejumlah warga Bentian Besar menyebut bahwa yang membuat kerusakan semakin parah akses poros Trans Kaltim dari Simpang Kalteng ke Kecamatan Bentian Besar sejak angkutan buah kelapa sawit serta Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit menggunakan jalan itu dalam angkutannya.

“Poros Trans Kaltim-Kalteng merupakan jalan tipe kelas IIIC. Muatan mobil truk angkutan buah kelapa sawit setiap hari melebihi kapasitas. Seharusnya hanya delapan ton, tetapi dilapangan kadang hingga 14 ton sekali jalan. Kami berharap pemerintah tanggap mencari solusinya,” ungkap Markus (52) diamini puluhan warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Bentian Besar, Timentius belum berhasil dikonfirmasi. Pesan singkat SMS yang dikirim newskaltim.com mempertanyakan upaya Pemerintah Kecamatan Bentian Besar terkait perbaikan kerusakan akses itu, belum mendapat jawaban.(ran/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.