ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Alda Pemuda Pelopor Kaltim Jadi Narasumber Kegiatan Pelatihan Jahit Idaman

SAMARINDA (NK) – Beberapa waktu lalu saat memperingati hari sumpah pemuda tahun 2024, Pemuda Asal kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menjadi nominasi terbaik 1 Pemuda Kaltim. Dengan prestasi Gemilangnya, ia di nobatkan sebagai Pemuda Pelopor Kaltim di bidang pendidikan.

Nama pemuda tersebut adalah Ada Al Ali Murrabbaniah atau biasa di panggil Alda. Seorang pemuda yang berusia 21 tahun itu telah meraih kesuksesan di bidang tata busana dan terpilih menjadi pelatih dalam pelatihan menjahit idaman. Menariknya, peserta yang akan dilatih oleh Alda sebagian besar usianya lebih tua darinya.

Menanggapi hal tersebut, Sub Koordinator bidang kepemimpinan, kepeloporan dan kemitraan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi kalimantan Timur (Kaltim), Rusmuliyadi bahwa pihaknya bangga dengan prestasi yang diraih oleh pemuda Kaltim tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi atas prestasi yang di raih oleh Alda, dengan begitu, ini membuktikan bahwa pemuda di kaltim punya SDM yang berkualitas apalagi yang dilatih olehnya adalah usia yang lebih tua dari Alda,” ungkapnya saat dikonfirmasi oleh media ini.

Lebih lanjut, Rusmuliyadi mengatakan bahwa atas keberhasilan Alda tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pemuda lainnya di Kaltim.

“Artinya, Alda yang usianya 21 tahun, tapi sudah berdampak kepada orang lain. Banyak mungkin pemuda Kaltim seperti itu, cuman belum tersentuh aja,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya menjangkau lebih banyak pemuda yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada masyarakat.

“Melalui program pelatihan ini, diharapkan muncul lebih banyak pemuda seperti Alda yang mampu memberi dampak positif di lingkungannya,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan minat pemuda di masing-masing daerah.

“Setiap kabupaten dan kota memiliki pelatihan yang berbeda-beda, menyesuaikan dengan potensi lokal. Ini agar pelatihan lebih efektif dan relevan,” pungkasnya (NK/ADV)