Amat Hartono Buruh Bangunan Telah 121 Kali Donor Darah
SAMARINDA (NK) – Berawal dari niatan membantu sesama yang memerlukan transfuse darah kebetulan tetangga sendiri, Amat Hartono yang tinggal di Jalan Delima Samarinda seperti menjadi ketagihan berdonor darah yang biasa dia lakukan di PMI Kota Samarinda.
Saat ditemui ditengah-tengah acara Vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Air Putih, 21 Oktober lalu, Amat mulai donor darah pada tahun 1993, “awalnya karena ada tetangga yang perlu bantuan donor darah, pertamanya takut, setelah kalau disuntik tidak sakit ya akhirnya kok ketagihan,” ucapnya.
Amat yang kelahiran Balikpapan pada tahun 58 tahun lalu, kebiasan donor yang dia lakukan karena semata-mata hanya ingin membantu sesama, “Saya mau donor karena tidak bisa membantu orang lain dengan uang, bisanya hanya dengan setetes darah ini semoga bisa membantu orang lain yang sedang memerlukan,” kata Amat.
Amat Hartono yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan tidak membuatnya berkecil hati. “Terakhir saya donor tanggal 15 Oktober 2021 yang ke 121, kalau donor itu bukan penghargaan tujuannya, saya hanya niatan ingin membantu sesama saja. Alhamdulillah dengan berdonor darah saya bertambah saudara, “Dari beberapa keluarga pasien yang dibantu donor jalinan silaturrahmi masih terus terjaga, bahkan seperti keluarga sendiri. Bukan hanya suku jawa saja, tetapi ada kutai, dayak, bugis, banjar, Alhamdulillah jalinan silaturrahmi masih jalan,” pungkasnya.
Efek yang dirasa jika rajin donor darah jika kurang olah raga badan akan bertambah gemuk.
“Biasanya jika sudah waktunya harus donor, badan ini terasa pegal-pegal. Ini sinyal tubuh saya harus segera donor. Alhamdulillah selama saya rajin donor Allah berikan saya kesehatan, saya tidak pernah sakit yang berarti, badan selalu bugar, saya tidak pernah minum obat-obat medis atau obat-obatan herbal,” ungkap Amat.
Saat ditanya pernahkah menerima penghargaan dari PMI, karena pendonor yang biasanya sudah diatas 100 kali akan diberikan penghargaan cincin emas. “Belum dapat penghargaan, tapi saya tidak berharap penghargaan, yang penting saya bisa membantu orang yang memerlukan bantuan,” tegasnya.(NK-01)

