ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoDPRD PPUHEADLINEKaltimPPU

Andi Yusuf Dorong Insentif Dokter dan Peningkatan Status RSUD PPU

PENAJAM (NK) – Wakil Ketua II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, mendorong penguatan peran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PPU agar mampu bersaing sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Andi menekankan, keberadaan rumah sakit berkualitas di PPU bukan hanya kebutuhan lokal, tetapi juga strategis sebagai garda terdepan layanan kesehatan bagi wilayah sekitar IKN. Menurutnya, pembenahan kualitas layanan rumah sakit akan sangat bergantung pada peningkatan kesejahteraan tenaga medis, terutama dokter spesialis dan dokter umum.

“Kalau kita mau RSUD jadi rujukan, salah satu kuncinya adalah meningkatkan insentif dokter. Mereka harus standby dan praktik langsung, termasuk di akhir pekan,” ujar Andi, Jumat (18/4/2025).

Sebagai gambaran, Andi mencontohkan keberhasilan RSUD Tabalong di Kalimantan Selatan yang mampu memikat banyak dokter spesialis berkat insentif yang kompetitif, yakni sekitar Rp50 juta per bulan untuk dokter spesialis dan Rp30 juta untuk dokter umum.

“Sepuluh tahun lalu saya sempat kunjungan ke sana. Direkturnya bilang, yang penting itu insentif dokter. Kalau kita berani, pasti dokter tertarik kerja di sini,” ungkapnya.

Meski demikian, Andi menyadari adanya kendala aturan yang membatasi besaran insentif agar tidak melebihi pejabat struktural, seperti Sekda. Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah segera mencari dasar hukum yang kuat agar kebijakan insentif tidak menyalahi aturan.

Tak hanya soal kesejahteraan, Andi juga menyoroti pentingnya pengawasan agar profesionalitas tenaga medis tetap terjaga. Ia menilai, keberadaan dewan pengawas rumah sakit harus lebih aktif berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit, bupati, hingga DPRD.

“Kepercayaan masyarakat itu modal utama. Jangan sampai ada penyimpangan yang justru merusak citra rumah sakit,” tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap RSUD PPU bisa naik status dari tipe C menjadi tipe B agar pelayanan semakin lengkap dan masyarakat tidak harus dirujuk ke rumah sakit di Balikpapan yang sering kelebihan kapasitas.

“Kami di DPRD siap mendorong tambahan anggaran kalau memang itu yang dibutuhkan. Yang penting, pelayanan kita tidak kalah dari daerah lain,” pungkasnya.(ADV/NK)