ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Bertambah Satu, Pasien Positif COVID-19 di PPU Jadi 10 Orang

dr. Arnold Wayong

PENAJAM (NK) –  Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dr. Arnold Wayong, mengungkapkan, pasien positif COVID-19 di PPU bertambah satu orang dan kini jumlah pasien positif menjadi 10 orang.

“Satu orang kembali dinyatakan positif corona dengan inisial Pasien PPU 19, sehingga total pasien positif yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Butong (RAPB) PPU menjadi 10 orang,” ujarnya kepada newskaltim.com, Minggu (17/5/2020) di Penajam.

Ia menuturkan, Pasien PPU 19 ini termasuk Klaster Gowa, laki-laki berusia 33 tahun berdomisili di Kelurahan Lawe – Lawe, Kecamatan Penajam. Pasien awalnya berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) di Puskesmas Petung.

“Pasien PPU 19 ini rapid test-nya reaktif dan dari hasil pengambilan sampel swab- nya diterima pada Jumat, 15 Mei, terkonfirmasi positif COVID-19 dan langsung diisolasi sejak Jumat kemarin pula. Kini kondisi Pasien PPU 19 dalam keadaan stabil dan baik,” tukasnya.

Dibeberkannnya, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 total sebanyak 19 orang. Diantaranya, sembilan pasien telah dinyatakan sembuh. Jadi, tersisa 10 pasien yang saat ini mendapatkan perawatan di RSUD PPU.

Diungkapkan Arnold, dari 10 pasien terkonfirmasi positif COVID-19  tersebut berasal dari Kecamatan Penajam sebanyak empat orang dan Kecamatan Babulu enam orang.

Sedangkan pasien yang telah dinyatakan sembuh, lima orang dari Penajam dan empat orang asal Babulu.

Sementara itu, hingga kini di Kecamatan Waru dan Kecamatan Sepaku belum ada warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19, meskipun merata di setiap wilayah kecamatan di PPU ada kasus ODP.

Untuk diketahui, sebutnya, selain ada tambahan kasus pasien positif, PPU juga mendapatkan penambahan satu orang ODP karena hasil rapid test-nya reaktif dan terdapat gejala virus corona.

“ODP ini berasal dari Kecamatan Sepaku, dan wajib melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya dengan pemantauan puskesmas setempat,” pungkas Arnold. (nav/nk)

Berita Popular

To Top