HEADLINE

Desember 2016, Pemacangan Tiang Jembatan PPU – Balikpapan  

 

Drs. H. Mustaqim MZ MM

PENAJAM – Desember 2016 ini menjadi bisa menjadi tonggak sejarah berdirinya jembatan tol teluk Balikpapan yang menghubungkan Melawai Balikpapan dengan Nipah – Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pasalnya jika tidak ada aral melintang pada bulan itu bakal dilaksanakan pemancangan tiang jembatan tanda dimulainya kegiatan pembangunan.

Wabup PPU, H Mustaqim MZ, kepada  NK, Jumat siang (30/9) kemarin, mengatakan, rencana pembangunan jembatan tol teluk Balikpapan tersebut, terus mengalami kemajuan, bahkan jika tidak ada aral melintang, Desember 2016 ini, pembangunan fisik jembatan tersebut sudah dimulai.

“Insya Allah jika tidak ada aral, pembangunan fisik jembatan  itu sudah dilaksanakan pada akhir tahun ini. Dimana awalnya tentu akan dilakukan pemancangan tiang pertama sebagai tanda dimulai pekerjaan,”kata Mustaqim.

Berdasarkan informasi dari Dirut PT Waskita Karya (WK) Persero Tbk,  M. Choliq, katanya, saat ini, PT. Tol Teluk Balikpapan perusahaan bentukan anggota konsorsium terdiri dari PT WK, Perusda Kaltim, Perusda Kota Balikpapan dan Perusda PPU telah meminta Detail Engineering Design (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang telah selesai untuk diserahkan ke Badan Pengelolah Jalan Tol (BPJT).

“DED dan Amdal itu menjadi syarat agar BPJT bisa segera melaksanakan tender insvestasi. Apabila tender telah selesai, maka di akhir tahun ini, proses pekerjaan jembatan sudah bisa dilaksanakan. Saya optimis jembatan itu bisa terbangun, karena semua upaya telah dilakukan,”tegasnya.

Ditambahkan, beberapa waktu lalu LAPI ITB telah melaksanakan penelitian titik titik tiang jembatan dan melakukan komunikasi dengan PT Pertamina serta TNI – AL  yang wilayahnya akan dilalui  oleh jalur jembatan tersebut, hasilnya tidak ditemukan masalah kedua lembaga itu bis memahaminya.

“Kita berharap dengan adanya jembatan tersebut, tingkat aksesbilitas transportasi Kalimantan tidak menjadi masalah, karena jembatan itu dapat menghubungkan Kalimantan bagian timur, selatan, tengah, barat dan utara,”harap Mustaqim.

Plt Kabag Pembangunan Setkab PPU,  Nico Herlambang, mengatakan, pada tahun 2014 silam, nilai awalnya pembiayaan pembangunan jembatan itu diprediksikan Rp5,6 triliun, tetapi kini menjadi sekira Rp7 T, disebabkan naiknya harga bahan baku pembangunan. Dimana diprediksi masa pembangunan sekitar 2,5 tahun hingga tiga tahun kedepan.

“Biaya ini murni dari investasi dan sama sekali tidak menggunakan anggaran dari APBD maupun APBN. Dimana skema pembiayaan, telah disepakati oleh anggota konsorsiuma yakni, 55 persen untuk PT. WK, 25 persen Pemprov Kaltim, 15 persen PPU dan 5 persen Kota Balikpapan,”bebernya.

Diterangkannya, modal awal yang harus disiapkan oleh konsersium minimal 30 persen dari total pembiayaan sisanya merupakan pinjaman bank baik milik pemerintah ataupun swasta dalam dan luar negeri. Jadi biaya murni diluar APBN atau APBD.

“Skema pengembalian dana pinjaman keputusannya berada ditangan anggota konsorsium,  apakah dengan pola Build sistem Operate and Transfer (BOT),  artinya  semua dikerjakan oleh  pihaknya ketiga  dan sekian tahun baru bisa dimiliki oleh konsorsium atau jenis pinjaman dengan jangka waktu pengembalian,”pungkasnya.(NK1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top