Dewan Tunggu Skema Refocusing

PENAJAM (NK) – Klarifikasi terhadap pemerintah daerah bergulir di Lantai III Ruang Rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU). Hadir langsung Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy beserta anggota legislatif lainnya. Dari pihak eksekutif dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Muliadi. Agenda itupun bergulir sekitar dua jam, dimulai pukul 13.30 hingga 15.30.

Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy menyebut, agenda kemarin adalah klarifikasi soal berita yang ada media. Bahwa daerah dilanda defisit anggaran. “Defisit itu mungkin pasti ada, tapi secara data kita belum pegang. Nanti akan ada pertemuan lanjutan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Banggar (Bandan Anggaran),” kata Jhon Kenedy usai rapat koordinasi kemarin.

Dia melanjutkan, Sekkab juga menyampaikan permintaan maaf kepada lembaga DPRD Benuo Taka pada pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut. Sebab, telah membandingkan pihak legeslatif dengan DPRD Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. “Katanya berita itu dipelintir oleh wartawan. Tapi disebutnya kalau itu salah ya dia (Sekkab) minta maaf,” bebernya.

Pria berdarah Minang itupun berharap, ke depan tidak terjadi lagi hal serupa. Sekkab pun diminta membedakan mana yang ranahnya bisa dikonsumsi masyarakat dan mana yang tidak. “Kalau yang tidak jangan mendahului dibuka keluar, ini kan akan terjadi ketersinggungan teman-teman. Beliau siap melaksanakan, artinya ke depan kita bersinergi, komunikasi, dan diskusi,” paparnya.

Dikatakan, soal defisit masih harus dikaji lagi oleh pemerintah kabupaten. Kalau refocusing anggaran itu sudah diskemakan dengan baik, maka akan dibicarakan lebih lanjut. Ada empat skema yang bakal diuji. “Silahkan saja, mana yang terbaik dalam refocusing nanti, dan itu yang akan disetujui,” pungkas politikus Partai Demokrat tersebut.

Dikonfirmasi terpisah Sekkab PPU Muliadi usai rapat koordinasi dengan DPRD mengaku hanya klarifikasi. Disinggung soal apa yang diklarifikasi, pria berkacamata itu menyebut tidak ingin berkomentar lebih jauh. “No komen, ok,” tutup Muliadi sembilan menuruni tangga. (adv/NK2)