HEADLINE

Di PPU Jumlah PNS Lulusan SMA Terbanyak Kedua Setelah S1

H. Surodal Santoso

NewsKaltim.com, PENAJAM– Tingkat kenerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) disebuah pemerintahan dapat diukur dari berbagai fator, salah satunya dari tingkat pendidikan PNS itu sendiri. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan sebuah daerah khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU, adapun data tingkat pendidikan PNS di PPU hingga per Januari 2016 ini diantaranya dari pendidikan S2 sejumlah 125 PNS, S1 sejumlah 2.178 PNS, D.IV sejumlah 16 PNS, D.III sejumlah 612 PNS, D.II sejumlah 260 PNS, D.I sejumlah 22 PNS, SMA sejumlah 745 PNS, SMP sejumlah 48 PNS, SD sejumlah 36 PNS. Dari data tersebut, jumlah keseluruhan sejumlah 4042 PNS.

Kepala BKD PPU, Surodal mengatakan, data yang ada saat ini adalah data per januari dan yang terbanyak adalah tingkat pendidikan S1 dan SMA. Menurutnya, dengan isu yang berkembang di Nasional terkait akan dihapusnya PNS tingkat pendidikan SMA merupakan suatu bentuk motivasi untuk daerah-daerah agar dapat lebih memperbaiki kinerja dan akdemik dari masing-masing PNS yang ada.

“intruksi langsung dari pusat belum ada, tp yang pastinya kita didaerah berusaha terus untuk memperbaiki kinerja, walaupun tingkat pendidikan sebenarnya berpengaruh terhadap kinerja,”ujarnya beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, untuk saat ini PNS yang Golongan I dan II masih dibutuhkan, karena sesuai dengan kriteria kepangkatannya golongan tersebut merupakan sebagai pengatur dan golongan III sebagai Penata, sehingga masih dibutuhkan dalam hal fungsi-fungsi administrasi.

“Namun, status pendidikan tetap harus diperhatikan, karena tingkat SMA kan masih umum dibanding tingkat pendidikan yang lebih tinggi seperti D.II, D.III, D.IV, S1,S2 bahkan S3,”tuturnya.(NK3)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top