HEADLINENasionalPPU

Fasilitas Kebutuhan ASN Pindah ke IKN Segera Disiapkan

PENAJAM (NK) – Pemerintah tengah menyiapkan skema dan mekanisme pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan cermat. Dimana telah diinformasikan rencana tahap pertama pemindahan di tahun 2024. Dimana tahap itu jumlah ASN, TNI, dan Polri yang dipindahkan sebanyak 16.990 orang. 

Seiring dengan persiapan tersebut, pemerintah terus menggenjot pembangunan berbagai fasilitas untuk kenyamanan ASN yang pindah ke IKN, seperti sarana olah raga, lahan hijau, apartemen, danau dan lain sebagainya. Persiapan pemindahan ASN sudah berjalan mulai dari rapat koordinasi, perencanaan, penganggaran, dan persiapan lainnya.

“Fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti pasar, sekolah, rumah sakit dan lain-lain sudah direncanakan semenjak awal dan akan siap seiring dengan perpindahan ASN ke IKN,” kata Sekretaris Otorita IKN (OIKN), Ahmad Jaka Santos Adiwijaya, kepada newskaltim.com, Selasa (28/3/2023) di Penajam. 

Dibeberkannya, fasilitas untuk kebutuhan ASN yang pindah sudah dipikirkan dan akan disiapkan. Sebagai contoh Rumah Sakit bertaraf Internasional, rencananya akan hadir di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

“Kemudian kita juga akan bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang baik,” ujar Jaka. 

Sementara itu, Fungsional dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Farida Dewi Maharani mengatakan, pemindahan IKN menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Kota Jakarta. 

“Selain itu juga untuk mengatasi kepadatan penduduk di Jakarta khususnya serta pemerataan ekonomi bukan hanya terpusat di Jawa,” tuturnya.

Sebanyak 970 Ribu ASN Pusat Digeser ke IKN

Salah satu fasilitas yang disiapkan untuk ASN di Otorita Ibu Kota Nusantara, sumber foto Tim Komunikasi OIKN

Dari sisi jumlah penduduk, bebernya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 hingga 2022, di Kota  Jakarta jumlah penduduknya kisaran 10 juta jiwa, lalu Jawa Barat 48 juta jiwa , Jawa Timur 40 juta jiwa, Jawa Tengah sebanyak 36 juta jiwa.  Bahkan di Banten jumlah penduduknya mencapai 11 juta jiwa. 

“Namun, banyak orang dari Jawa Barat seperti Depok, Bogor, Bekasi dan Banten di Tangerang yang setiap hari melaju dari provinsi mereka menuju Jakarta,” tukas wanita yang akrab dipanggil Dewi ini. 

Menurutnya,  Berdasarkan data per Juni 2022 Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI kemarin,  nantinya ada kisaran 970 ribu ASN Pusat akan digeser ke IKN. Angka ini tentu akan mengurangi jumlah kepadatan Jakarta, angka ini belum termasuk anggota keluarga yang akan diikutsertakan dalam proses pemindahan ke IKN. 

”Ini menjadikan momen untuk memperbaiki kota yang lebih layak huni baik dari aspek tata kota yang lebih hijau dan rapi, aspek pemanfaatan teknologi untuk semua sarana dan prasarana, aspek transportasi publik dan layanan publik yang lebih manusiawi,” tambah Dewi. 

Ia menyatakan, bersedia pindah ke Nusantara untuk menuju hal yang lebih baik, hidup di lingkungan yang jauh lebih layak minimal tidak macet, hunian asri dan modern serta udara lebih sehat. 

”Apalagi ASN dipilih untuk diprioritaskan dipindah awal, ini tentu keistimewaan tersendiri, dengan catatan ada kejelasan proses pemindahan,” sebutnya. 

Dewi juga menambahkan, bahwa antusiasme ASN dapat diukur dari seberapa siap tempat baru tersebut, minimal kebutuhan-kebutuhan dasar hidup dapat dipenuhi, seperti pasar untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Sekolah untuk keluarga ASN yang masih duduk dibangku sekolah minimal SD hingga SMA dan rumah sakit. Jika kebutuhan dasar tersebut dapat dipenuhi, maka secara otomatis tidak ada alasan untuk menolak pindah.

ASN Berharap Dapat Tempat Hidup Layak Bagi Keluarganya

Ahmad Jaka Santos Adiwijaya

”Tentu ASN banyak berharap agar kebutuhan dasar hidup dapat terpenuhi. Dan buat yang berkeluarga, tentu juga berharap untuk mendapatkan tempat hidup yang layak bagi keluarga mereka,” kata Dewi. 

Dewi yang sehari-harinya bekerja di Direktorat Pengelolaan Media, Ditjen IKP, Kominfo ini mengharapkan, lingkungan untuk hidup yang jauh lebih layak, sehat dan tertib. Semoga IKN dapat menerapkan konsep green economy, sehingga tidak mengorbankan hutan Kalimantan yang hijau namun memberikan kehidupan peradaban yang lebih baik. 

“Perpindahan ibu kota ke Nusantara bukan hanya akan memberikan dampak positif bagi ASN dan masyarakat sekitar, tetapi juga bagi pembangunan nasional secara keseluruhan. IKN kita harapkan dapat menjadi kawasan pusat pemerintahan yang modern dan efisien, dengan infrastruktur yang memadai dan sistem pemerintahan yang lebih baik,” pintanya.

Ia meyakini, ASN tidak akan menolak untuk dipindahkan selama mereka mendapat informasi yang jelas terkait proses pemindahan. Apalagi jika mereka akan diberikan prioritas untuk mendapatkan kehidupan lebih layak, tidak mengalami kemacetan, mendapatkan hunian asri dan modern serta udara yang lebih sehat. 

Dalam jangka panjang, harap Dewa lagi, pindahnya ibu kota itu dapat menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan, dengan memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun demikian, perpindahannya juga tidak dapat dianggap sebagai solusi tunggal untuk mengatasi semua masalah yang dihadapi Indonesia. 

”Masih banyak tantangan lain yang perlu diatasi, seperti ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial dan masalah lingkungan. Oleh karena itu, perpindahan ibu kota harus diikuti dengan upaya-upaya konkret untuk memperbaiki keadaan secara keseluruhan,” terang Dewi.

Senada dengannya, Kepala Bagian Tata Usaha pada Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN BKN Ri, Suharnitik, mengungkapkan, ia sangat setuju perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara dapat mengurangi kemacetan di DKI Jakarta dan dapat memperlancar perekonomian. 

”Seyogyanya diberikan tunjangan kinerja secara khusus dan ditambah tunjangan lainnya yang dapat menarik minat dari ASN,” pungkasnya. (nk1)