Gaji THL Naik, Irawan Dukung dan Apresiasi Bupati AGM

THL Minta Pemerintah Selektif

PENAJAM (NK) – Kenaikan gaji Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bukan hanya mendapat dukungan daru unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU saja, ternyata mendapat juga mendapat dukungan anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irawan Heru Suryanto.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai anggota DPRD PPU, serta selaku pimpinan PKB memberikan dukungan serta mengapresiasi atas kebijakan bapak Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dengan menaikan gaji THL tahun depan sebesar 100 persen,” ujarnya, kepada newskaltim.com, Selasa (8/12/2020) di Penajam.

Dukungan dan apresiasi yang diberikan tersebut, lanjutnya, dengan pertimbangan selama sekita 12 tahun lebih gaji THL tidak pernah naik jadi memang sudah waktunya harus naik. Hal ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Ketenagakerjaan tentang penyertaraan upah bagi seluruh tenaga kerja.

Saya menilai THL merupakan tenaga kerja formal yang harus juga mendapatkan perhatian kesejahteraannya terutama dalam hal upah atau gaji untuk kebutuhan hidup mereka selama ini,” tukasnya.

Meskipun ada kenaikan gaji atau upah bagi THL di PPU tersebut, lanjutnya, namun kenaikan upah itu juga harus berimbang dengan kinerja para THL, jadi pemberian pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal.

Ia berharap, pemerintah yang memperkerjakan THL tersebut, harus selektif melihat mana THL yang benar-benar bekerja  begitu sebaliknya, sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya membantu Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Iya tentu harus selektif, jangan kenaikan gaji itu menjadi kecemburan bagi THL yang selama bekerja maksimal, karena ada THL yang hanya datang tidak bekerja juga mendapatkan kenaikan gaji. Jadi perlu dilakukan penerapan sistem kerja bagi para THL itu, sehingga anggaran yang berasal dari rakyat itu tidak sia-sia membayar gaji para THL nanti,” tegasnya.

Terpisah, seorang THL yang tidak mau namanya disebutkan mengaku senang dan gembira karena dengan kenaikan gaji itu kesejahteraan THL di PPU makin meningkat, namun dirinya serta rekan-rekannya tidak ingin nilai gaji sama juga diberikan kepada mereka yang selama ini hanya datang, absen, duduk, main handphone terus pulang sementara THL lain bekerja dengan maksimal.

“Kami ingin ada penilaian untuk membedakan THL mana selama ini bekerja secara sungguh dan mana yang tidak bekerja maksimal, karena ditempat saya ada THL yang kerjanya tiap hari cuman datang, absen, duduk main handphone terus pulang, tapi tiap dapat gaji seperti lainnya,” pungkasnya.(nav)