Hasil Produksi Beras PPU Surplus 9.311 Ton

Rakor Serapan Gabah atau Beras (Sergab) PPU Tahun 2018 

 


PENAJAM (NK) – Hasil produksi pertanian gabah kering giling padi menjadi beras pada musim tanam pertama tahun 2018 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami surplus sebesar 9.311 ton.

Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Surito Widarie saat memberikan sambutan dalam Rakor Serapan Gabah atau Beras (Sergab) Tahun 2018 yang digelar di Pemkab Selasa (22/05/2018). Dihadiri Asisten II Setkab PPU, Ahmad Usman, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) PPU, Joko Dwi Febrianto, Kasat Intelkam Polres PPU, AKP Juwadi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Suyanto, Kabid Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim, Budi, Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Divisi Regional Kaltim-Kaltara Agung Setiabudi, dan para Mitra Bulog se Kecamatan Babulu.

Surplus beras kita pada saat ini sekitar 9.311 ton di musim tanam pertama dan saat ini kita memasuki musim tanam kedua ditargetkan September mendatang panen mencapai kurang lebih 21 ribu ton. Sedangkan  yang kita butuhkan untuk konsumsi masyarakat PPU  sekitar 18 ribu  sehingga kita masih kelebihan stok beras,”ujarnya.

Ia menambahkan, sebagaimana harapan Bupati PPU, H Yusran Aspar, agar melakukan akselerasi dalam rangka percepatan serapan gabah atau beras mengingat PPU salah satu sentral produksi gabah atau beras di Kaltim.

Kabid Pengadaan Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Divisi Regional Kaltim-Kaltara Agung Setiabudi menerangkan, tugas dan fungsi bulog sesuai dengan  Peraturan presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016.

“Tujuan pengelolaan pangan nasional pada UU Pangan nomor 18 tahun 2012 yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kesetabilan dan Kualitas.  Adapun proses pengelolaan beras dalam rangka pelayanan publik perum bulog yang pertama yaitu Pengadaan DN, kemudian Persediaan atau Penyimpanan, Perawatan Stok, Pemerataan Stok dan terakhir diatribusi,”urainya.

Untuk diketahui, bebernya, di tingkat nasional hanya mampu mencapai target kurang lebih 63 persen kebutuhan bahan pangan khususnya beras. Oleh karena itu, dilakukan beberapa upaya-upaya penyerapan gabah atau beras.

“Upaya tersebut diantaranya, melakukan pembelian beras menggunakan fleksibilitas harga 10 persen diatas HPP hingga akhir juni 2018, melakukan koordinasi dengan pihak TNI, Distan dan mitra kerja pengadaan terkait penyerapan gabah atau beras.  Mengoptimalkan peran satker pengadaan dalam melakukan penyerapan gabah atau beras, Melakukan move beras dari gudang GBK Labangka Barat ke GSP Tanah Grogot untuk ketersediaan space, membentuk satker administrasi di Kec. Babulu untuk memudahkan pencairan uang pembelian beras,”ungkapnya.

Dalam Rakor tersebut disepakati beberapa point yakni, Bulog berkomitmen tidak  membatasi jumlah kuota selama kualitas beras petani sesuai dengan Inpres tahun 2015, Target Bulog pada tahun 2018 yaitu sekitar kurang lebih 4.500 ton beras, Bulog akan berkoordinasi agar gudang Bulog tetap di Babulu, Mitra Bulog meminta alat penggilingan dan Driyer (Pengeringan) kepada Pemerintah sebagai bentuk peningkatan kualitas dan terkahir Mitra  dan  Bulog akan kelapangan langsung untuk melihat keadaan secara rill.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.