HEADLINE

Jelang Puasa Ramadhan, Polres PPU Awasi Kebutuhan Pokok

Iptu Iswanto

Belum Ditemukan Tindak Pidana Gas Elpiji Subsidi

PENAJAM (NK) – Jelang bulan suci puasa Ramadhan, Polres Penajam Paser Utara (PPU) serta Satgas Ketahanan Pangan meningkatkan pengawasan sembilan bahan pokok (Sembako), gas elpji subsidi dan kebutuhan lainnya. Demikian dikatakan, Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar melalui Kasat Reskirm, Iptu Iswanto, kepada awak media, Selasa (23/04/2019).

Jelang puasa kami meningkatkan pengawasan sembako atau kebutuhan pokok masyarakat lainnya, termasuk bersama – sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU menggelar operasi pasar (opsar),”katanya.

Opsar tersebut, jelasnya, sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi terjadinya lonjakan dan ketersedian bahan pokok masyarakat serta gas elpiji subsidi 3 Kg, ketika memasuki bulan puasa Ramadhan mendatang,”ujarnya.

Dibeberkannya, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran tindak pidana terhadap gas elpiji subsidi 3 Kg baik pengoplosan dimana gas subsidi disuntik ke tabung gas elpiji 12 Kg dan dijual dengan harga non subsidi, seperti terjadi dibeberapa daerah lain.

Ia berharap, opsar itu dapat menghilangkan keresahan masyarakat akibat kemungkinan adanya kelangkaan gas elpiji ketika bulan Ramadhan. Kalau dengan sembako tiap hari telah dilaksanakan pemantauan – pemantauan harga dan saat ini secara umum belum terjadi kenaikan harga yang melonjak.

Namun, tambahnya, khususnya untuk komoditas bawang merah dan putih sedikit mengalami kenaikan harga dan itu dinilai masih wajar.

“Kami juga belum menemukan terjadinya aksi penimbunan kebutuhan pokok di lapangan tetapi untuk mengatasi masalah ini tetap dilakukan. Bahkan baru – baru ini kami telah menggelar rapat dengan Diskukmperindag guna pelaksanaan Opsar dan hal – hal lain yang menjadi perhatian kami,”tukas Iswanto.(nav/nk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top