Makmur apresiasi langkah Pemerintah pusat dalam perluasan akses listrik di Bumi Etam
SAMARINDA (NK) – Anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK, memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah pusat yang terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil di kaltim. Ia menyoroti pentingnya pemerataan layanan dasar bagi seluruh masyarakat, terlebih bagi wilayah 3T.
Makmur menilai, kebijakan penyediaan listrik bagi pelosok bukanlah keputusan instan yang bisa diambil secara tergesa-gesa. Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya pemerintah pusat untuk tetap menjalankan program tersebut menunjukkan keseriusan dalam memastikan layanan energi dapat dinikmati oleh seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
“Contohnya di daerah saya, kini listrik sudah masuk ke desa-desa yang sebelumnya sangat sulit dijangkau,” ucap Makmur pada Jumat (28/11/2025)
Makmur menilai langkah tersebut sejalan dengan pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) yang dikelola oleh Kementerian ESDM melalui PT PLN (Persero). Program tersebut berfokus membuka akses energi untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), termasuk menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal guna melayani desa yang belum dapat terhubung dengan jaringan listrik konvensional.
Selain itu, pemerintah juga memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk keluarga kurang mampu.
Pun, Makmur menegaskan bahwa perluasan jaringan listrik bukanlah proyek yang bertujuan mengejar keuntungan ekonomi besar.
Di sejumlah titik, petugas harus menempuh perjalanan jauh untuk melayani jumlah pelanggan yang relatif sedikit.
“Bayangkan, jaraknya sekitar 30 kilometer tetapi hanya untuk melayani 50 rumah. Namun pemerintah tetap menjalankannya karena ini menyangkut pelayanan dasar bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Makmur juga menyoroti manfaat signifikan kehadiran listrik terhadap kehidupan masyarakat, terutama sektor pendidikan.
Dengan adanya listrik, sekolah dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar secara optimal, mulai dari penerangan yang memadai, penggunaan perangkat teknologi, hingga penerapan metode pembelajaran berbasis digital.
Meski begitu, ia tak menampik bahwa masih ada sekolah yang menghadapi kendala pasokan listrik belum stabil.
Untuk daerah yang sangat terpencil, pemerintah umumnya menyediakan sistem kelistrikan komunal seperti PLTS terpadu.
Makmur pun mengapresiasi perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi wilayah 3T di Kaltim.
“Bahkan kampung saya sendiri yang dulu tidak terbayang akan tersentuh listrik, kini sudah mendapatkan akses. Ini capaian yang benar-benar patut diapresiasi,” tutupnya. (ADVERTORIAL/NK)
