Meriah, Aksi Sapta Pesona di PPU Sukses Digelar

PENAJAM(NK)- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Disbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar kegiatan Aksi Sapta Pesona dan penghijauan di kawasan pantai Tanjung Jumlai Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Minggu, (9/4/2017).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wita dan dibuka langsung oleh Kepala Dibudpar Kaltim, Syafruddin Pernyata serta dihadiri oleh Staf ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sutrisno, Kepala Disbudpar PPU Tita Deritayati, Kabag Ren Polres PPU Kompol Muhadi, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Duta Pariwisata Provinsi Kaltim, Duta Pariwisata PPU dan sejumlah Komunitas dan masyarakat yang ada di PPU.

Kepala Disbudpar Kaltim, Syafruddin Pernyata mengatakan, kegiatan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya dan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Pasalnya, dirinya berpendapat bahwa pengembangan pariwisata meliputi tiga hal, diantaranya Akses infrastruktur, Sarana penunjang pariwisata seperti toilet umum, kamar ganti, mushollah, selasar hingga jalan lingkungan, dan Atraksi seperti objek yang dapat dijual di pariwisata tersebut. Sedangkan Objek pariwisata tidak akan berkembang jika tidak aman dan tertib.

Jangan wisatawan baru masuk langsung di palak, dan juga wisatawan tidak akan nyaman kalau lokasi pariwisata tidak tertib, terlebih wisatawan mancanegara yang sangat peka sekali terhadap masalah itu,”ujarnya disela-sela acara.

Syafrudin menjelaskan, dipilihnya Kwasan Tanjung Jumlai PPU menjadi pusat kegiatan karena Tanjung Jumlai merupakan objek wisata unggulan PPU dengan tujuan melalui kegiatan tersebut Disbudpar Provinsi dan Disbudpar PPU dapat bersama-sama mengembangkan pariwisata ini, salah satunya dengan membuat event Aksi Sapta Pesona di PPU. Diakuinya, kegiatan yang dilaksanakan di PPU tidak hanya kegiatan Aksi Sapta Pesona saja, melainkan juga ada kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata dan Penghijauan dengan melakukan penanaman pohon mangrove di kawasan Tanjung Jumlai.

“Untuk objek wisata Tanjung Jumlai ini yang perlu dibenahi adalah sarana penunjang, disini belum terlihat adanya toilet umum dan perlunya perawatan secara rutin, karena saya lihat banyak sekali sampah dari ranting pohon kelapa yang berserakan dan ini perlu pembersihan secara rutin dan berkala agar tetap terlihat bersih,”tegasnya.

Aksi Sapta Pesona dibuka dengan hiburan tarian daerah dan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai hingga penanaman pohon mangrove. Diketahui, sebelumnya rangkaian kegiatan Aksi Sapta Pesona ini telah melakukan kegiatan sosialisasi sadar wisata pada Sabtu, (8/4) kemarin.

Terpisah, Staf ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sutrisno menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan dari Disbudpar Provinsi Kaltim. Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut, dapat menjadi bukti bahwa PPU saat ini sangat diperhatikan dalam hal pengembangan pariwisata dan ekonomi karena dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Diakuinya, dalam kondisi keuangan daerah yang menurun ini, sektor yang paling baik untuk diprioritaskan dalam pembangunan diantaranya sektor pariwisata.

“Saya berharap kedepan pemda dapat memprioritaskan pembangunan di sektor pariwisata melihat potensi pariwisata di PPU cukup banyak dan baik,”tuturnya.

Selain itu, Kepala Disbudpar PPU, Tita Deritayati mengungkapkan, selaku tuan rumah kegiatan, dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat untuk perkembangan pariwisata di PPU dan dirinya berharap pula kegiatan ini bukan merupakan kegiatan seremonial saja, tapi juga dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan di objek wisata tersebut sehingga para pengunjung dapat merasakan kenyamanan dalam berwisata di PPU.

Terkait evaluasi dari Disbudpar Kaltim mengenai perlunya sarana penunjang seperti toilet dan perawatan lokasi wisata seperti pembersihan objek wisata, Tita menghimbau agar masalah tersebut menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Dijelaskannya, pariwisata yang ada di PPU ini merupakan milik masyarakat PPU dan perlu juga kesadaran warga untuk menjaganya, menurutnya Disbudpar PPU hanya mendorong dan memfasilitasi saja.

Ditambahnya, upaya pemerintah daerah dalam hal ini Disbudpar PPU untuk membuat sarana penunjang masih belum dapat dilakukan karena terkendala oleh keterbatasan anggaran, namun dirinya berharap adanya partisipasi dari masyaakat untuk dapat memanfaatkan objek wisata yang ada guna meningkatkan perekanomian masyarakat.

“Untuk mengelola pariwisata ini kan harus terlebih dahulu menjadi asset pemerintah, tapi saat ini lokasi tersebut masih milik masyarakat dan dikelola oleh masyarakat. Dan lebih bagusnya dikelola langsung oleh masyarakat dan pemda hanya melengkapi sarana dan prasarananya,”pungkasnya.(kanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.