Miliki 59 Paket Sabu Warga Petung dan Tanjung Tengah Diringkus Polisi

PENAJAM (NK) – Satu orang warga Kelurahan Tanjung Tengah dan tiga warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berhasil diringkus jajaran Satuan Resnarkoba Polres PPU karena memiliki narkotika jenis sabu-sabu total sebanyak 59 paket.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan melalui Kasat Res Narkoba Polres PPU AKP Anton Saman kepada newskaltim, Rabu (2/12/2020) di Mapolres PPU membenarkan, pihaknya telah mengamankan empat orang tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu tempat berbeda di Kelurahan Tanjung Tengah dan Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam. Dimana total sabu-sabu yang berhasil diamankan sebanyak 59 paket dari tangan para tersangka.

Dibeberkannya, awalnya  anggota opsnal sat resnarkoba Polres PPU yang dipimpin oleh Ipda Iskandar Rondonuwu mendapat informasi dari masyarakat di sekitar kelurahan Tanjung Tengah kerap dijadikan lokasi transaksi sabu-sabu, kemudian dilakukan giat penyelidikan di wilayah tersebut dan berhasil mengamankan satu orang tersangka berinsial RM (35) warga Tanjung Tengah pada Jumat (27/11/2020) sekira pukul 22.00 Wita.

“Ketika itu anggota opsnal melihat orang yang mencurigakan di pinggir jalan di jalan Palampang Kelurahan Tanjung Tengah, sehingga petugas mengamankan dan langsung melakukan penggeledahan kepada RM. Ditemukan satu kotak bungkus rokok yang di dalamnya ada satu lembar tisu sebagai pembungkus satu paket sabu-sabu,” ujarnya.

Petugas, lanjutnya, juga mendapatkan satu lembar plastik klip bening, kemudian dikantong depan sebelah kiri ditemukan satu unit handphone warna hitam. Atas temuaan tersebut, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres PPU guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka RM, ternyata ia mendapatkan sabu-sabu dengan cara membeli dari tersangka SR (37) warga Kelurahan Petung, atas pengakuan tersangka RM kami lansung melakukan pengejaran terhadap SR tersebut,” tegas Anton.

Ketika itu, lanjutnya, pada Sabtu (28/11/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, petugas langsung mendatangi rumah SR dan berhasil bertemu dengan tersangka, tanpa omong panjang petugas kemudian melakukan interogasi, akhirnya SR mengakui semua pengakuan tersangka RM dan menyatakan masih memiliki  sabu-sabu.

“SR mengaku menyimpan sabu-sabu di lantai dapur rumah kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan satu kaleng minyak rambut di dalamnya terdapat dua paket sabu, satu skop yang terbuat dari sedotan plastic, satu buah tas kecil warna hitam terdapat satu bungkus plastic klip bening,” sebutnya.

Selain itu, petugas juga mendapatkan satu korek api gas, satu unit handphone warna hitam yang semua diakui milik SR. Selanjutnya barang bukti serta SR digiring ke Polres PPU untuk proses hukum lebih lanjut. Dimana hasil pemeriksaan tersangka mendapatkan barang dari warga Petung lainnya yakni seorang perempuan berinisila SS (31) dan laki-laki inisial SM (35).

“Mendapatkan informasi dan keterangan tersangka SR kami langsung melakukan pengejaran terhadap saudari tersangka  SS dan SR yang diketahui berada di salah satu rumah kontrakan sekitar Kelurahan Petung,” ucap Anton.

Kerja Anggota Opsnal akhirnya membuahkan hasil, jelasnya, dimana petugas berhasil mengamankan SS dan SM di sebuah rumah kontrakan terletak di Petung. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti satu unit Handphone milik SS dan satu unit Handphone milik SM.

Petugas, jelasnya juga melakukan penggeledahan rumah dan ditemukan barang bukti berupa satu buah bong lengkap dengan pipet kaca, satu korek gas, satu bungkus plastik klip bening. juga ditemukan satu tas warna abu-abu di dalam lemari dapur, setelah diperiksa ternyata ada 12 Paket sabu-sabu.

“Kemudian petugas juga menemukan satu lembar plastik biru tersembunyi di belakang kulkas dimana  didalamnya terdapat 44 paket sabu-sabu. Atas temuan tersebut kedua tersangka serta barang bukti dibawa ke Polres PPU guna pemeriksaan lebih lanjut,” tukasnya.

Untuk diketahui, bebernya, tersangka RM dan SR dikenai Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjaran paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

“Sedangkan terhadap tersangka SS dan SM dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama hukuman penjara maksimal 20 tahun,” pungkasnya.(nav)