ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Progres Pembangunan Jembatan Pulau Balang Capai 80 Persen

Jembatan Pulau Balang/ Foto Setker KemenPUPR Pulau Balang

PENAJAM (NK) –  Pembangunan jembatan Pulau Balang yang menghubungan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kota Balikpapan, hingga kini progres pekerjaannya telah mencapai 80 persen. Hal ini dikatakan, Kabag Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang kepada newskaltim Senin (15/6/2020) di Penajam.

“Tahapan pembangunan jembatan Pulau Balang yang direncanakan memiliki panjang sekitar 1.750 meter telah mencapai 80 persen,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, masih terkendala pembebasan lahan yang berada di sisi Kota Balikpapan sepanjang 14 Km hingga kini belum tuntas dilakukan oleh Pemerintah Kota setempat. Hingga saat ini, baru jembatan bentang pendek dengan panjang 470 meter yang telah rampung dikerjakan menggunakan APBD Kaltim dan bentang panjang sepanjang 804 meter yang dibangun menggunakan dana APBN 2016 – 2019 sebesar Rp1,38 triliun.

Untuk diketahui, bebernya, panjang total jalan akses jembatan Pulau Balang mencapai 40 km, dengan 14 km di sisi Balikpapan dan 26 km di sisi Penajam.

Nicko menjelaskan, pembebasan lahan akses pendekat jembatan Pulau Balang di sisi Kota Balikpapan hingga kini belum terselesaikan, meskipun pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menganggarkan Rp90 miliar pada APBD 2019 lalu. Ia pun berharap, tahun depan anggaran itu tetap ada sehingga pembangunan fisik jembatan segera dilaksanakan.

Nicko menjelaskan, pihaknya hingga kini masih terus melakukan pengerjaan pembangunan jalan akses jembatan yang berada di sisi Penajam. Bahkan, kata dia, pihaknya telah melakukan pemasangan PJU dan drainase.

“Jadi sisa dana dari provinsi tahun 2019 kemarin sudah kita selesaikan untuk pembebasan lahan dan lain-lainnya di tahun 2020 ini, sebelum mewabahnya virus corona di Kaltim,” kata Nicko.

Pembangunan jembatan Pulau Balang sudah mencapai 82 persen. Kata Nicko, biaya yang digelontorkan hingga kini totla mencapai Rp1,38 triliun bersumber dari APBN. Tiga pokok pekerjaan utama jembatan dikerjakan oleh KSO, masing-masing PT. Hutama Karya, PT. Adhi Karya dan PT. Bangun Cipta.

Rinciannya, pekerjaan pertama pembangunan akses jalan di Pulau Balang sejauh 2,1 kilometer, item kedua pembangunan gedung kontrol sekaligus diperluas penggunaannya sebagai museum jembatan, dan item ketiga pembangunan bentang panjang jembatan. Menurut Nicko, semua telah rampung dikerjakan.

“Sedangkan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan kepada pemerintah PPU sendiri  semua sudah diselesaikan, seperti pembebasan lahan akses pendekat menuju jembatan, lahan untuk jalan Pulau Balang dan juga lahan bangunan kontrol jembatan. Semua pekerjaan  telah menyerap anggaran APBD Provinsi sebesar Rp20 miliar, sedangkan di tahun 2017 lalu pembebasan lahan wilayah Pantai Lango juga telah dilakukan dengan nilai anggaran kurang lebih Rp10 miliar,” bebernya.

Akses jalan menuju jembatan Pulau Balang, sesuai perencanaan pemerintah provinsi, akan melalui sungai Riko. Namun hingga saat ini, ucap Nicko, belum ada kejelasan anggaran pengerjaan jembatan yang melintasi sungai tersebut.

Nicko berharap, kedepan pembangunan jembatan sungai Riko segera terwujud dan jalan yang telah dibangun oleh Pemkab PPU mendapat dukungan pembiayaan dari provinsi guna peningkatan jalan.

“Sesuai rencana Provinsi  akses jalan sebenarnya mengarah ke sungai Riko menuju Kawasan Industri Buluminung hingga ke Penajam, dengan lebar badan jalan 50 meter. Tetapi hingga kini akses jalan itu belum direalisasikan. Kami berharap anggaran pembebasan lahan di sisi  Balikpapan senilai Rp90 miliar, sebagian diberikan kepada kami guna membiayai pembangunan lanjutan jalan hingga sungai Riko,” tutupnya. (nav/nk)

Berita Popular

To Top