Salehuddin apresiasi langkah Pemprov kaltim dalam penyaluran insentif bulanan bagi guru
SAMARINDA (NK) – Anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah k(DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menilai bahwa tingkat kesejahteraan guru di daerah saat ini masih belum ideal. Meski demikian, Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang mulai menyalurkan insentif bulanan bagi guru swasta di beberapa daerah di Kaltim.
Salehuddin menjelaskan, pembahasan mengenai peningkatan kesejahteraan guru masih menjadi agenda panjang di DPRD Kaltim. Namun, sejumlah mekanisme mulai disiapkan, termasuk kebijakan berkaitan dengan PPPK serta upaya pemerintah provinsi untuk memberikan perhatian lebih kepada tenaga pendidik di sekolah swasta.
“Memang untuk kesejahteraan guru masih terus menjadi pembahasan panjang,” ujar Salehuddin pada Jumat (28/11/2025)
“Tetapi saat ini sudah ada beberapa langkah Termasuk bagaimana pemerintah mendorong agar guru swasta juga mendapatkan perhatian melalui pemberian insentif,” lanjutnya.
Selain itu, Salehuddin menilai komitmen Pemprov Kaltim dalam memperkuat peran pendidikan swasta melalui penyaluran insentif bulanan sudah baik. Penyaluran tersebut sebesar Rp500 ribu, mulai dari jenjang PAUD hingga Madrasah Aliyah, menurutnya hal tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kebijakan ini. Ini menjadi sinyal bahwa guru-guru swasta mulai diperhitungkan dan dihargai atas pengabdian mereka yang selama ini sering terabaikan,” katanya.
Pun, Politisi Golkar itu menuturkan, tambahan penghasilan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai dukungan finansial tetapi juga memberikan dorongan moral yang penting bagi para guru swasta. Ia menilai ketimpangan antara guru negeri dan guru swasta masih cukup terasa.
“Guru negeri sudah mendapatkan gaji tetap, tunjangan sertifikasi, hingga TPP. Sementara itu, banyak guru swasta yang belum merasakan kebijakan kesejahteraan secara langsung,” tuturnya.
Kendati demikian, ia berharap program insentif tersebut tidak berhenti sebagai kebijakan awal, melainkan dapat terus dikembangkan, baik dari segi jumlah penerima maupun besaran bantuan.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru swasta merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kaltim.
“Kesejahteraan guru swasta adalah fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan dan SDM kita ke depan,” tegasnya.
Terakhir, Salehuddin juga mengingatkan kembali tentang nilai luhur profesi guru. Dia menyebutkan pada masa lalu profesi guru memiliki kedudukan terhormat di masyarakat.
“Dulu, guru menjadi rujukan nilai kehidupan. Jika ingin dihormati atau menjadi tokoh masyarakat, orang memilih menjadi guru. Karena guru bukan hanya menjadi teladan di sekolah, tetapi juga di tengah lingkungan sosial,” tutupnya. (ADVERTORIAL/NK)
