Sambut pembukaan rute baru, Subandi tekankan kesiapan Daerah menyambut Wisatawan
SAMARINDA (NK) – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional langsung Kuala Lumpur–Samarinda di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Rute ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026 mendatang dan dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kaltim dapil kota Samarinda, Subandi, menyatakan optimisme bahwa Samarinda telah memiliki kapasitas untuk melayani penerbangan internasional.
Menurutnya, infrastruktur layanan seperti hotel, pusat kuliner, dan fasilitas penunjang wisata di ibu kota provinsi sudah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita sambut positif hadirnya rute langsung Samarinda–Kuala Lumpur. Dari sisi kesiapan, saya melihat Samarinda sudah berkembang luar biasa,” ujarnya pada Selasa (2/11/2025)
Meski mendukung penuh, Subandi mengingatkan bahwa kesiapan pariwisata juga harus dikejar agar efek ekonomi dari kedatangan wisatawan mancanegara bisa optimal.
Ia menyebut perlunya penambahan destinasi baru, peningkatan kualitas layanan transportasi, serta penguatan infrastruktur pendukung di titik-titik wisata.
“Perlu ada objek wisata segar dan layanan transportasi yang lebih mulus supaya turis merasa betah dan puas,” tegasnya.
Ia menilai sejumlah proyek revitalisasi, seperti Teras Samarinda, kawasan Citra Niaga, Masjid Raya, dan penataan Tepian Mahakam, telah menunjukkan progres signifikan.
Selain itu, wisata unggulan seperti Susur Sungai Mahakam dan Desa Budaya Pampang masih menjadi daya tarik penting bagi wisatawan.
Subandi juga menyoroti potensi Sungai Karang Mumus (SKM) yang jika dibersihkan dan dikembangkan menjadi kawasan wisata air, dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Status internasional Bandara APT Pranoto telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan KM 37/2025.
Dengan penetapan tersebut, penerbangan internasional wajib dibuka maksimal enam bulan setelah penetapan, sehingga operasional perdana ditargetkan pada awal 2026.
Maskapai Malindo Air (Batik Air Malaysia) disebut telah menunjukkan minat untuk membuka rute perdana Kuala Lumpur–Samarinda (ADVERTORIAL/NK)
