Satu Bacaleg PPU Dinyatakan Mantan Terpidana Korupsi

Ketua Panwaslu PPU, Daud Yusuf

Panwaslu Masih Dalami Indikasi Mantan Napi Lainnya

PENAJAM (NK) – Satu orang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dinyatakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) PPU, tidak memenuhi syarat calon karena tercatat sebagai mantan narapidana (napi) korupsi.

Ketua Panwaslu PPU, Daud Yusuf, kepada newskaltim.com, Kamis (2/8/2018) mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada KPU PPU sehubungan dengan satu orang Bacaleg Hanura yang tercatat sebagai mantan napi korupsi dan dinyatakat gugur dalam Bacalegnya.

Berdasarkan surat dari Bawaslu RI ada satu orang Bacaleg dari Hanura yang terbukti dan tercatat sebagai mantan napi korupsi. Yang bersangkutan masuk dalam daftar Bacaleg di Dapil 3 Kecamatan Babulu – Waru,”ujarnya.

Ia menegaskan, dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, disebutkan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak serta mantan napi korupsi tidak bisa mendaftarkan diri sebagai Caleg, sehingga merujuk PKPU tersebut, maka Bacaleg itu gugur dalam pencalonannya dan harus diganti.

“Informasinya Bacaleg tersebut telah diganti oleh Partainya, sehingga kini tidak menjadi masalah,”terang Daud.

Untuk diketahui, tambahnya, saat ini pihaknya juga sedang mendalami dugaan satu orang Bacaleg lainnya yang terindikasi mantan terpidana korupsi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Kaltim dan RI guna memastikan status Bacaleg itu.

“Jika terbukti, maka kembali Parpol yang bersangkutan harus melakukan penggantian sebelum dilakukan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) dan Daftar Calon Tetap (DCT),”tutupnya.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.