Sopir Angkot, Ojek Online Kota Batu Dapat BLT

BATU (NK) – Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Asisten 2 Pemkot Batu menyerahkan bantuan sosial kepada sektor transpotasi kota Batu, Di Graha Pancasila Balai kota Among Tani, Senin (5/12/2022).

Program yang dianggarkan lewat Dinas Perhubungan kota batu tersebut diharapkan dapat meringankan beban pelaku sektor transportasi di Kota batu, setelah adanya kebijakan Pemerintah yang telah mengeluarkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga BBM adalah kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi, karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik. Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang terdampak kenaikan harga BBM tersebut. “Kegiatan pemberian bantuan sosial ini merupakan bagian tim penanggulangan inflasi di kota Batu,” tegas Punjul.

Punjul Santoso, menjelaskan, teknis pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) disalurkan melalui fasilitas Virtual Account dari Bank Jatim masing-masing penerima bantuan mendapatkan dana Rp.600 Ribu untuk 3 bulan kegiatan, dengan total penerima sebanyak 978 orang dan total anggaran yang disediakan sejumlah Rp 586.800.000 melalui APBD Kota Batu, dan yang mendapatkan bantuan meliputi 291 Sopir angkutan umum, 414 ojek pangkalan dan 273 ojek online roda dua.

“Kegiatan pembagian bantuan sosial pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum ini diberikan kepada pelaku sektor transportasi yang ber KTP Kota Batu. Saya berharap dengan pembagian bantuan sosial ini dapat membantu meringankan beban ekonomi dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Kepada penerima bantuan sosial pemberian subsidi transportasi ini, Punjul mengimbau agar uang yang diterima agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Semoga ini dapat menambah keberkahan bagi kita semua dan kesejahteraan pekerja sektor transportasi di Kota Batu akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Imam Suryono didampingi Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Chilman Suaidi mengatakan, Para penerima bantuan tersebut sebelumnya telah dilakukan pendataan dan verifikasi berdasarkan data Organda dan pengelokah Online oleh petugas.

Setelah proses verifikasi, bantuan diserahkan langsung dengan 2 shift, pagi hari untuk supir angkot dan shift siang untuk ojek online/ojek pangkalan. “Mekanismenya menggunakan Virtual Account dari Bank Jatim sehingga Dishub tidak memegang tunai dan uangnya langsung ke penerima bantuan. Diberikan waktu 10 hari untuk mengambil uang tersebut melalui Bank Jatim,” ujar Chilman Suaidi.

Dijelaskan dengan menggunakan antrian dan sistem shift serta fasilitas virtual account, diharapkan bisa mengurangi antrian dan penumpukan. Pemberian BLT ini direncanakan berlangsung sampai malam hari.

Perlu diketahui, Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor: 134/PMK.07/2022 pasal 2 memberikan amanah bahwa dalam rangka mendukung program penanganan dampak inflasi, Daerah menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial.

Penekanan tersebut ada pada ayat 2 huruf (c) digunakan untuk pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.

Guna menindaklanjuti amanah Peraturan Menteri Keuangan tersebut dan dalam penanganan dampak inflasi sebagai akibat kenaikan harga BBM Pemerintah Kota Batu hadir melalui SK Wali Kota Batu Nomor: 188.45/380/KEP/422.012/2022 tentang Pemberian Bansos Kepada Sektor Transportasi Umum Di Wilayah Kota Batu.

Kebijakan ini, respon pemerintah atas dinaikkannya harga BBM, dengan kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik.

Khairudin salah satu sopir Angkut Umum jurusan Batu- Karangploso merasa berterimah kasih kepada Dinas Perhubungan kota Batu. Bantuan ini sangat membantu perekonomian keluarganya.

“Walau baru kali ini mendapatkan bantuan namun sangat bermanfaat bagi keluarga kami. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perhubungan kota Batu. Semoga tidak hanya sekali tapi ada kelanjutannya mengingat Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang terdampak kenaikan harga BBM tersebut,” ungkapnya.(BS/NK)