ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

THL DPKP PPU Ikuti Pelatihan dan Wajib Jalani Tes Urine

Puluhan personel DPKP PPU

PENAJAM (NK) – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan mandiri yang ditujukan   bagi seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup DPKP PPU ini. Selain pelatihan seluruh personil THL juga wajib  mengikuti tes urine untuk memastikan seluruh personil mereka bebas dari Narkoba, Kamis (23/1/2020) pagi.

“Pelatihan ini dilaksanakan dari kita untuk kita dengan instruktur mereka yang merupakan ASN DPKP PPU. Selain itu kebetulan saat ini masih di awal tahun bersamaan untuk perpanjangan kontrak kerja bagi seluruh THL  yang ada di DPKP PPU ini. Mereka seluruhnya juga wajib untuk menjalani tes urine setelah pelatihan ini, “ kata Kepala DPKP PPU, Yogyana kepada newskaltim.com.

Dirinya berharap, melalui pelatihan tersebut seluruh personil yang dimiliki bisa refresh atau segar kembali, kemudian pada saat penandatanganan kontrak kerja, mereka tidak terlupakan apa yang menjadi tugas dan fungsinya.

“Pelatihan ini juga secara bertahab akan kami berikan kepada mereka yang berstatus ASN pada DPKP PPU ini,” tambahnya.

Lebih jauh Yogyana menjelaskan saat ini personil DPKP PPU ada sebanyak 123 orang dengan rincian 70 orang merupakan ASN dan 52 orang adalah THL. Saat ini DPKP juga memiliki tujuh posko yang tersebar di seluruh wilayah PPU. Masing-masing posko yang ada juga dilengkapi dengan kendaraan Damkar dan Branwir yang dimiliki.

“Masing-masing Posko ada personil kami disana yang bertugas antara 10-15 orang. Sebenarnya jumlah personil di masing-masing posko  inipun masih kurang, karena maksimalnya setiap posko harus ada 15 orang yang dibagi menjadi tiga sip, “jelasnya.

Sementara itu tambah Yogyana, untuk kebutuhan kendaraan operasional pada DPKP PPU dianggap masih cukup. Mengingat pada 2019 lalu pihaknya telah memperoleh tambahan empat unit kendaraan operasional yakni dua unit mobil tangki, satu mobil Dalmas dan satu unit lagi mobil jip.

Tambahan kendaraan operasional tersebut nantinya akan di tempatkan pada posko- posko yang memang masih kurang kendaraan operasionalnya atau memang memiliki mobil Damkar namun kondisinya sudah kurang maksimal.

“ Saat ini bantuan kendaraan operasional tersebut masih proses penerbitan STNK nya dalam waktu dekat insya Allah sudah dapat difungsikan. Secara distribusi apa yang ada saat ini memang dikatakan cukup, namun secara keberadaan tujuh posko yang ada apakah telah mampu menjangkau seluruh wilayah PPU hingga ke pelosok-pelosok kami belum tau pasti,” bebernya. (sbr/nk/nav)

Berita Popular

To Top