HEADLINE

Hingga Oktober 2017, ODHA di PPU Bertambah 15 Orang

 

Pengelola Program Dinas Kesahatan PPU, Harjanto Ponco Waluyo


PENAJAM(NK) – Bagai fenomena gunung es, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bertambah. Tercatat hingga bulan Oktober 2017 ada 15 kasus baru yang terdata oleh Dinas Kesahatan PPU. Yang berarti jika sebelumnnya terdapat 40 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekarang menjadi 55 orang. 

Hal itu di terangkan oleh Harjanto Ponco Waluyo Pengelola Program Dinas Kesahatan PPU. Dia mengatakan 15 kasus baru terdata mulai dari awal tahun hingga bulan ini dan 7 pengidap HIV/AIDS di PPU meninggal dunia.

Tahun ini sudah ada odha yang meninggal dunia sebanyak 10 orang, diantaranya itu 3 orang yang mengidap HIV sejak tahun 2016 lalu, sedangkan 7 orangnya itu yang baru terdata mengidap HIV di tahun 2017 ini”jelas Ponco, Rabu (18/10/2017).

Yang menjadi sangat di sayangkan ketujuh orang yang meninggal dunia di duga akibat keterlambata mereka  mengambil obat atau meminum obat rutin dikarenakan untuk pengambilan obat harus dilakukan di rumah sakit di Kota Balikpapan. Karena untuk saat ini di PPU bisa menyiapkan obat karna masih berproses.

“Kita duga karena mereka terlambat untuk mengambil obat di Balikpapan, jadi saat ini kita usahakan di tahun 2018 sudah dapat mengambil obat di Rumah sakit Umum Daerah PPU,” ungkap Ponco.

Ponco juga mengatakan bahwa rata – rata para pengidap penyakit tersebut terindikasi melalui hubungan seksual.

” Ini para pengidap kebanyakan karena hubungan sexual, kalau dari penyebab lainnya seperti Narkoba atau lainnya jarang kita temukan,”ucapnya.

Menyikapi tingginya pertambahan ODHA di PPU, dirinya akan berupaya untuk mencegah penularan HIV tersebut. Dengan melakukan koordinasi dengan Kesra Setkab PPU untuk dana yang dibutuhkan.

Selain itu, Ponco juga akan melakukan Voluntary  Consultasi Test atau konseling dan test HIV/Aids secara sukarela di tempat – tempat yang sekiranya dianggap beresiko.

“Semoga apa yang kita ajukan di Kesra dapat terealisasi, dan dana tersebut nanti kita akan gunakan untuk kegiatan preventif, promotif dan rehabilitatif, seperti penyuluhan – penyuluhan di usia produktif mulai dari ke sekolah dan ke instansi,”pungkasnya.(teguh/nk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top