HEADLINE

Kurang Familiar, Tabung Pink Kurang Diminati

Tabung gas warna pink

PENAJAM(NK)- Tabung berwarna pink produk terbaru keluaran PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2016 lalu atau dikenal juga dengan “bright gas” masih kurang di kenal dan di minati oleh masyrakat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hal ini di karenakan masyarakat yang masih tidak tahu tentang adanya bright gas dan juga di sebabkan oleh harganya yang dinilai cukup mahal sehingga membuat masyarakat tetap memilih tabung melon 3 kilogram.

Abdul Basit (49) salah seorang pemilik Agen Elpiji Pertamina, PT. Petung Raya Kecamatan Penajam, membenarkan hal tersebut, ia mengatakan tabung pink yang di peruntukan masyarakat kelas menengah masih jarang penggunanya, karena kurang diminati oleh masyarakat PPU.

Jika saya buat pilihan tabung brigth gas dengan tabung reguler menurut saya tabung bright gas ini yang kurang laku,”ungkapnya, Minggu (16/7/2017).

Menurut Abdul, tabung bright gas yang peredarannya diperuntukkan bagi masyarakat golongan menengah ke atas. Tidak menjamin masyarakat di golongan ini untuk beralih menggunakan tabung pink ini, ketimbang tabung melon.3 KG. Sebab, pengawasan dan instrument hukum terkait hal ini tidak ada.

Diwawancarai terpisah, salah satu warga RT. 01 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, PPU Mega (26) mengatakan dirinya tetap memilih tabung gas 3 kilogram dengan alasan si melon lebih ekonomis dan mudah di dapatkan.

”Saya sudah tahu tentang ada tabung pink yang baru di keluarkan Pertamina, Tapi saya pernah tanya harganya ternyata mahal, ya jadi saya sih lebih milih gas 3 kilogram saja,”ujarnya.

Sementara di ketahui dari Agen Elpiji Pertamina PT Petung Raya untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung bright gas 5,5 kilogram Rp 65.000, tabung bright gas 12 kilogram Rp 142.000, dan tabung reguler 12 kilogram Rp 140.000.(teguh)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top