Pandemi Cukup Dikenang dan jadi Pelajaran
Oleh Santi Jumawanti S.Pd (Guru SD Negeri 008 Penajam)
PENYEBARAN Covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan. Mulai dari ekonomi hingga dunia pendidikan. Ya, musibah virus corona yang terjadi sekitar medio 2019 di Indonesia memang sempat membuat kita semua “lumpuh” sementara.
Dampaknya memang terasa di segala bidang, tak dimungkiri yang juga paling terasa adalah bidang pendidikan. Bahkan pemerintah pusat seketika mengubah sistem proses kegiatan belajar-mengajar. Dari tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring).
Perubahan tersebut memaksa semua orang untuk melek teknologi. Mulai tenaga pendidik hingga siswa mau tidak mau harus ikut melompat ke era serba digital. Guru memberikan penjelasan hingga siswa mengerjakan tugas harus dilakukan dari jarak jauh.
Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap peserta didik ketika belajar minim. Karena pengawasan hanya datang dari orangtua atau walinya di rumah. Yang notabenenya punya kesibukan tersendiri. Walhasil, proses belajar daring tersebut, tidak dapat terserap optimal.
Semangat belajar siswa pun turut tergerus. Sebab, ketika belajar yang biasa berkumpul dengan teman sejawat, harus berjauh-jauhan. Waktu istirahat yang biasa digunakan untuk bercanda ria tidak lagi ada. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat semua orang harus berada di rumah.
Ketika sekolah ingin kembali dibuka dengan model pembelajaran berbeda. Menerapkan jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, kelas yang hanya dibatasi 50 persen siswa, hingga jam belajar terbatas. Maka yang harus dikembalikan lebih dahulu adalah semangat belajarnya siswa.
Kembalikan lagi kepada jalurnya, harus secara perlahan. Mereka sudah sekitar dua tahun tidak merasakan belajar tatap muka. Pantik minat baca dan menulis yang saat ini telah menurun. Harapannya tidak perlu waktu yang panjang untuk mengembalikan ke role tersebut.
Agar dampak pandemi cukup sebatas untuk dikenang dan jadi pelajaran. Bukan membekas di sanubari dan berdampak terhadap metal siswa. Mari ambil dampak positif dari bencana nasional yang sudah terjadi. Yakni setiap orang harus melek teknologi dan siap dengan lompatan-lompatan teknologi yang akan terjadi ke depan. (nk)

