Peringati World Cleanup Day, Perangkat Daerah PPU Laksanakan Aksi Cleanup dan Pilah Sampah

PENAJAM (NK) – Seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan Aksi Cleanup dan Pilah Sampah di lingkungan masing-masing, Jumat (16/09/2022). Hal ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU untuk memperingati World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-Bersih Dunia melalui aksi tersebut. WCD merupakan gerakan sosial yang bertujuan mengajak setiap orang untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekitar menjadi lebih bersih melalui kegiatan bersih-bersih yang diadakan serentak di seluruh dunia.

Selain bersih-bersih di lingkungan sekitar, masing-masing perangkat daerah melakukan kegiatan pilah sampah organik (basah) dan anorganik (kering). Untuk sampah anorganik kemudian dipilah kembali antara botol, kardus, kertas, dan sebagainya. Hasil pilahan kemudian disetorkan ke bank sampah Induk Benuo Taka yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU.

Salah satu perangkat daerah, yaitu Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memulai aksi bersih-bersih pada pukul 08.00 wita yang dilanjutkan dengan pemilahan sampah. Sekretaris BKAD PPU, Muhajir menjelaskan bahwa setiap Jumat terdapat kegiatan Jumat Bersih di kantornya. Kegiatan tersebut kemudian dirangkaikan dengan adanya WCD sehingga dilakukan pula pemilihan sampah pada hari ini. Muhajir juga menyebut bahwa Jumat berikutnya (23/09/2022) akan dilakukan aksi serupa.

“Di sini kalau kita lihat ada sampah botol plastik, kemudian ada sampah kertas yang sudah tidak dipakai. Kemudian ada kardus dan macam-macam lah yang sudah kita kumpulkan di sini. Ada kotak nasi juga yang sudah tidak dipakai. Jadi teman-teman di sini bahwa yang setelah ada kegiatan rapat, kotak nasinya nggak langsung dibuang tapi dikumpulkan,” jelasnya.

Ia menyampaikan pula bahwa kegiatan mengumpulkan dan memilah sampah sudah merupakan rutinitas yang dilakukan di BKAD PPU. Hal ini selaras dengan himbauan DLH PPU untuk mengumpulkan dan memilah sampah di setiap perangkat daerah yang dikuatkan dengan pembentukan bank sampah unit di tiap-tiap perangkat daerah.

“Kita bisa lihat bahwa ini adalah hasil rutinitas kita yang kita lakukan. Artinya mengumpulkan sampah seperti ini bukan waktu yang instan, singkat. Tetapi memang sudah melalui proses yang ada, yang sudah terkumpul, yang sudah mendapat arahan dari pimpinan yang dikomandoi oleh Pak Kasubbag Umum ya, untuk bisa melaksanakan kegiatan ini. Jadi ini hasil yang kita dapatkan,” jelasnya, saat menunjukkan sampah anorganik yang telah dikumpulkan selama beberapa waktu. (DiskominfoPPU/Advertorial/NK2)