HEADLINE

Persiapkan Pilkada, KPU PPU Gelar Rakor

Suasana jalannya Rakor persiapan Pilkada PPU tahun 2018 yang dipimpin Ketua KPU, Feri Mei Effendi dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan Panwaslu PPU

Feri Jumlah TPS Bertambah 17 Tempat

PENAJAM (NK) – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) serta Pilkada Gubernur Kaltim tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (11/10/2017) menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Kodim 0913/PPU, Polres, Panwaslu, Kejaksaan Negeri Penajam, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU, Badan Kesbangpol dan empat Kecamatan se PPU.

Pada kesempatan itu, Ketua KPU PPU, Feri Mei Effendi menjelaskan, dalam rakor ini dirinya akan menjelaskan serta membeberkan apa yang sudah dan akan dilakukan sebagaimana  tahapan Pilkada.

Diungkapkannya, pada 25 hingga  29 November 2017 depan, tahapan Pilkada sudah memasuki jadwal pendaftaran perseorangan dan pada Januari tahun 2018 mendatang masuk dalam pendaftaran pasangan calon (paslon)  dari jalur partai politik (Parpol).

Untuk diketahui, syarat dukungan perseorangan wajib memiliki dukungan 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir pada saat Pilpres karena jumlah penduduk PPU dibawah dari 250 ribu jiwa.

“Terkait dengan jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak mengalami perubahan sesuai jumlah Kecamatan dan kelurahan/ desa. Yakni PPK sebanyak empat kecamatan, PPS sejumlah 54. Sedangkan untuk TPS bertambah awalnya di Pemilu 2014 sejumlah 333 TPS nanti menjadi sekitar 350 atau bertambah sebanyak 17 TPS.

Adapun perinciannya, lanjutnya, yakni Kecamatan Penajam  sebanyak 106 TPS, Waru  37 TPS, Babulu 75 dan Kecamatan Sepaku 76 TPS.

Jumlah TPS akan ditambah sekitar 17 TPS karena sesuai dengan masukan dan saran dari masyarakat, sementara untuk jumlah KPPS kurang lebih 2.400. Dimana  pada bulan ini kami akan merekrut PPK dan PPS,”tukasnya.

Pada kesempatan sama, Kabag Ops Polres PPU, Kompol IN Suteja menuturkan, Polri memiliki tugas dalam mensukseskan pilkada maupun pemilu ini dalam hal pengamanan. Dimana Polres PPU mendapatkan BKO yang dibackup dari Polda Kaltim dengan kekuatan pasukan satu Kompi Sabhara  dan  satu Kompi Brimob.

“Kamipun juga akan intens berkoordinasi dengan stakeholder terkait,  agar seluruh rangkaian tahapan hingga pelaksanaan dapat berjalan dengan kondusif,”tegasnya.

Sementara itu, Kasdim 0913/PPU, Mayor Inf Supriyadi menerangkan, dalam Pilkada ini   TNI akan masuk dalan ring satu dan pihaknya menjamin netralitas dalam pelaksanaan Pemilu.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kecurangan pemilu seperti manipulasi data, Intimidasi, jual beli Suara, penyesatan informasi (Hoak), manipulasi kertas suara, pencoblos ganda, merusak kertas suara, penggunaan hak pilih semu, manipulasi hasil rekapitulasi pemilu, politik Uang, kampanye hitam, penggunaan fasilitas Negara serta antisipasi  mobilisasi ASN.

“Solusi dari permasalahan yang ada, adakan sosialisasi secara detail dikalangan masyarakat agar informasi tidak setengah-setengah didapatkan oleh masyarakat,”tandas Kasdim.

Ketua Panwaslu PPU, Daud Yusuf menegaskan, dalam Pilkada ini yang diutamakan adalah pencegahan terjadiya pelanggaran yang dilakukan oleh masing calon beserta tim sukses calon.

“Yang pasti Panwaslu akan berusaha untuk menggali potensi-potensi dapat menimbulkan konflik dalam Pemilu,”pungkasnya.(er/nk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top