Pertamina Lamban Tangani Pipa Minyak Bocor

Sekda PPU, H Tohar (tengah) didamping pejabat BPBD, Polres dan Pertamina saat melakukan peninjauan lokasi pipa yang mengalami kebocoran di RT 04 dan RT 07, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU

Tohar : Segera Lokalisir Dampak pada Masyarakat

PENAJAM (NK) – Penanganan pipa minyak bocor milik PT Pertamina terletak antara RT 04 dan RT 07 dinilai lamban, karena baru ditangani pada sore hari bukan sejak awal menerima laporan. Demikian ditegaskan, Sekda PPU, H Tohar saat meninjau lokasi kebocoran kepada newskaltim.com, Kamis (5/4/2018).

Saya akui Pertamina mengambil langkah dalam penanganan pipa bocor miliknya lamban,  pasalnya laporan kebocoran ini sudah disampaikan sejak pagi hari, namun penanganan baru dilakukan oleh Pertamina sore harinya,”ujarnya.

Menurutnya, tentu PT Pertamina telah memiliki langkah – langkah apabila terjadi kebocoran pada pipanya tanpa harus menunggu lama baru melakukan kegiatan penanganan.

”Saya minta Pertamina segera menglokalisir meluasnya dampak pada lingkungan serta masyarakat. Kami tidak ingin masyarakat PPU menjadi korban terdampak seperti kejadian yang baru saja terjadi yakni minyak tumpah di teluk Balikpapan kemarin,”tegas Tohar.

Jalannya Rakor lapangan guna menanggulangi bencana gagal teknologi bocornya pipa milik PT Pertamina di Kelurahan Nenang

Sementara, pada malam hari digelar rapat koordinasi (Rakor) lapangan yang dihadiri, Kapolres PPU, AKBP, Sabil Umar, Kepala harian BPBD PPU, Andi Dahrul, Danramil Penajam, Kapten Inf. Arif Sugito, Pasi Intel Kodim 0913/PPU, Kapten Cpl R. Sihotang, Penanggungjawab  PT. Pertamina Terminal Lawe Lawe, Agni dan Solichin serta seluruh Satgas Penanggulangan Teknis Lapangan Pemda PPU.

Adapun hasil Rakor yakni, pertama penggalian tanah dilanjutkan dengan hasil jalur pipa sudah ditemukan namun titik bocor belum diketahui, kedua pengecekan valve di Terminal Penajam sekaligus pemasangan plate untuk menutup kebocoran pipa yang di RT 04 dan RT.07 Nenang, ketiga Informasi dari pertamina bahwa pipa yang bocor adalah pipa sudah tidak aktif lagi serta terakhir disepakati untuk membuka posko lapangan untuk tim gabungan  penanganan kebocoran pipa tersebut.

Adapun Tim di lapangan dimaksud yaitu, BPBD, Polres, Kodim, Polsek Penajam dan Koramil Penajam, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Satgas Karlahbun Distan, UPT Puskesmas Penajam, Kelurahan Nenang, PT. Pertamina terminal Lawe – Lawe, Tim Kesehatan Pertamina dan RT setempat.(ervan/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.