HEADLINE

Yusran Buka Buen Festival 2016

Bupati PPU, H Yusran Aspar didampingi Ketua TP PKK PPU, Hj. Rustini Yusran Aspar berkesempatan mengunjungi stand perpustakaan  Literasi Jalanan Komunitas Gembel Penajam, usai membuka Buen Festival dimana bupati  menjanjikan mobil operasional bagi perpustakaan ini   

Yusran : Bentuk Kebersamaan di PPU, Ragam Budaya Saling Berdampingan

PENAJAM (NK) – Kegiatan kebudayaan Buen Festival resmi di gelar di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kecamatan Penajam Paser Utara (PPU), akhirnya resmi dibuka oleh Bupati PPU, H.  Yusran Aspar, Jumat siang (7/10/2016) kemarin. Kegiatan budaya ini diinisiasi oleh seniman dan budayawan PPU yang juga tergabung dalam Jaringan Kampung (Japung) Nusantara bersama masyarakat Desa dan berbagai komunitas yang ada di PPU serta didukung oleh Pemkab.

Saat membuka kegiatan, Yusran mengatakan, dirinya mewakili Pemkab PPU sangat bangga atas kegiatan yang digelar oleh seniman dan masyarakat PPU ini. Sebab, melalui kegiatan Buen Festival inilah wujud Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan contoh di PPU. Pasalnya, tidak hanya budaya asli Paser saja yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, melainkan juga banyak budaya lain turut meramaikan acara tersebut.

Inilah bentuk kebersamaan yang ada di PPU, beragam kebudayaan ada disini dan saling berdampingan,”ujarnya.

Menurutnya,  konsep kegiatan Buen Festival tersebut sudah bagus. namun, diharapkan setiap kegiatan tetap harus ada evaluasi agar kedepan lebih mantap lagi. Bahkan dirinya berencana ingin menjadikan kegiatan ini kedepan sebagai kegiatan tahunan di PPU.

“Selain itu, saya juga sudah ada niat ingin membangun kampung budaya di PPU. Tapi saat ini masih terhambat masalah anggaran,”beber Yusran.

Pada kesempatan sama, Ketua DPRD PPU, H. Nanang Ali mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dan ini merupakan langkah awal untuk mempersatukan beragam budaya yang ada di PPU sehingga menciptakan kondisi rukun dan harmonis, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kalau event ini menjadi agenda tahunan kabupaten maka, wajib dianggarkan dalam APBD PPU, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan dan harapan,”tegasnya.

Salah satu seniman  yang juga penggagas Buen Festival, Jamal Loge, mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh elemen baik masyarakat, komunitas, dan Pemkab PPU yang telah bersama-sama membantu terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, dirinya mengajak masyarakat untuk membangun kembali nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan sesuai yang diusung “sempolo nengkuat taka” yang artinya gotong-royong membangun bersama. Menurutnya, untuk membangun daerah, keterbatasan bukan berati menjadikan diri lemah, melainkan membuat diri lebih kuat untuk memgeluarkan ide kreatif.

“Target kita memunculkan dan mengangkat potensi yang ada di PPU, sehingga bisa lebih maju dari kabupaten/kota lain atau paling tidak bisa setara dengan daerah lain,”tukas Jamal.

Diketahui, event Buen Festival ini akan berlangsung hingga Minggu, 9/10/2016 dengan berbagai macam kegiatan antara lain, pada Jumat (7/10) kegiatan  pawai budaya, Malam lalu Sabtu (8/10) besok, senam sehat, workshop, street performance, sedangkan pada hari terakhir digelar, workshop, acara penutupan lalu. Selain itu setiap hari juga digelar pentas seni dan budaya serta pasar

“Dalam festival ini juga menampilkan sejumlah seniman dan budayawan dari Luar daerah, diantaranya,  Redy eko prasetyo Seniman Japung Nusantara, Artis dan Seniman,  Trie Utami, Bakhtiar Janan Penggagas Kampung Kawitan, Agus Wayan Seniman dan Paknyang Kutai merupakan sutradara film Nomaden. Selain itu juga diisi seniman dari mancanegara yakni Rodrigo Parejo fluit player asal Spanyol dan Junichi Usui  Violinist  (pemain biola,red) dari Jepang.(Red/Kanda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top